Monday, March 20, 2017

Bupati Minta Pengelolaan Sumur Tua BUMD Minim Alokasi Biaya

    Monday, March 20, 2017  

Reporter : Nella Rachma

suarabojonegoro.com -  Sebelum melakukan pemaparan terkait rencana pengeloaan eks sumur minyak tua di Kecamatan Kedewan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bojonegoro PT Bojonegoro Bangun Sarana kepada Pertamina, Pemerintahan Kabupaten Bojonegoro bersama PT BBS, Pertamina EP Asset 4 Field Cepu dan SKK Migas melakukan rapat koordinasi untuk pemantapan. Senin 20/03/2017

Saat membuka rapat, Bupati Bojonegoro Suyoto berpesan agar pengelolaan sumur tua ini nantinya tidak ada lagi investor didalamnya dan BUMD Bojonegoro seminimal mungkin dalam pengalokasian biaya.

Sementara itu, pihak PT Bojonegoro Bangun Sarana yang dihadiri langsung Direktur Operasi Tonny Ade Irawan menyampaikan bahwa ada kendala yang perlu dilakukan pembahasan yaitu terkait adanya investor ditingkat bawah  untuk reaktivasi sumur yang membutuhkan biaya besar hingga lebih dari Rp 500 miliyar , kesanggupan treder yang membeli minyak milik penambang pada kesempatan pertama sedangkan Pertamina baru akan membayar invoice saat sudah lengkap sehingga PT BBS harusenyiapkan modal sebesar Rp 10 miliyar dan meminta menaikan ongkos angkat angkut dari 70% ICP naik 10% menjadi 80 % ICP.

Sementara itu, pihak dari SKK Migas menyampaikan jika perlu dilakukan komunikasi lebih lanjut antara PT Bojonegoro Bangun Sarana dengan Pertamina untuk pemantapan pengelolaan sumur tua di Kecamatan Kedewan. (ney/red)

No comments:
Write comments