Friday, March 31, 2017

Demi Keluarga Dua Perempuan Ini Rela Jadi PSK

    Friday, March 31, 2017  

Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com -  Bunga (bukan nama sebenarnya) wanita asal Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro ini sudah menekuni pekerjaan sebagai Pekerja Seks Komersil (PSK) selama dua tahun. Dirinya yang menjadi tulang punggung keluarga ini menuturkan bahwa dirinya menjalani pekerjaan haram ini lantaran kebutuhan keluarga, pasalnya kondisi ayahnya yang sakit-sakitan dan sang ibu yang bekerja serabutan tidak mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari. Jumat (30/03/17).

"Terpaksa kerja seperti ini karena untuk mencukupi kebutuhan keluarga", tuturnya saat pasca di gelandang Satpol PP Bojonegoro usai Razia di lokalisasi eks Kalisari, Desa Banjarsari,  Kecamatan Trucuk,  Bojonegoro.

Wanita tiga anak ini menjelaskan awal
mula menjalani pekerjaan ini bermula dari ajakan teman, dirinya ditawari untuk bekerja di Ternate sebagai penjual sayur, dengan niat memperbaiki ekonomi dirinya mengiyakan ajakan temannya tersebut. Akan tetapi setelah di Ternate dirinya malah dimasukkan ketempat hiburan malam dan melayani laki-laki hidung belang.

"Awal mulanya diajak teman kerja di Ternate dengan tawaran kerja jualan sayur, tapi setelah sampai disana malah diajak kerja sebagai PSK", jelasnya.

Kepada media suarabojonegoro.com ini dirinya menuturkan bahwa pekerjaannya sebagai Pekerja Seks Komersil (PSK) ini sudah diketahui oleh keluarganya. Sempat dapat teguran dari keluarga, namun karena kebutuhan ekonomilah yang memaksanya tetap bersi keras menjalani pekerjaan haram tersebut.

"Namanya orang tua pasti melarang, tapi mau bagaimana lagi ini juga demi keluarga", tambahnya.

Dari pekerjaannya sebagai Pekerja Seks Komersil (PSK) dalam semalam ia mampu menghasilkan 200 ribu sampai 300 ribu dalam semalam, dengan rata-rata melayani dua sampai tiga orang laki-laki hidung belang.

Dari penuturan Mawar tersebut lain dengan penuturan Bunga (bukan nama sebenarnya) wanita 20 tahun ini baru menjalani pekerjaan sebagai PSK selama satu tahun, wanita janda tanpa anak ini nekat menjajakan tubuhnya pada laki-laki hidung belang lantaran sakit hati akibat di tinggal suaminya, selain itu alasan ekonomilah yang menjadi  alasan utamanya.

"Dihianati suami, selain itu juga kebutuhan ekonomi", katanya.

Dalam kesempatan ini ia menceritakan bahwa sebelumnya ia pernah menjalani pekerjaan yang sama di Sorong, Sidoajo selama empat bulan. Namun karena merasa jauh dari orang tua ia memutuskan untuk kembali ke Bojonegoro dan bekerja di lokalisasi Eks Kalisari. Wanita lulusan SLTP tersebut menuturkan dalam semalam mampu melayani laki-laki hidung belang sebanyak lima sampai sepuluh, dengan tarif 150 ribu sekali kencan.

"Semalam antara lima sampai tujuh, tarifnya 150 ribu sekali kencan", katanya.

Saat ditanya tentang bahanya penyakitHuman Immunodeficiency Virus (HIV) ke dua wanita tersebut menuturkan pasrah dan sudah menjadi resiko apabila terserang penyakit berbahaya tersebut.

"Sudah pasrah dan itu sudah menjadi resiko", pungkasnya. (Bim/red).

No comments:
Write comments