Monday, March 13, 2017

Dinilai Penetapan Cakades Sumberagung Sudah Final, Pihak Taslim Gelar Konferensi Pers

    Monday, March 13, 2017  

Reporter: Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com -  Desa Sumberagung Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro merupakan salah satu desa yang bakal menggelar Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (PAW) pada tanggal 22 Maret mendatang. Hal tersebut setelah dilakukan seleksi penetapan calon kepala desa untuk menetapkan peserta dalam Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (PAW) di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinas PMD) Kabupaten Bojonegoro beberapa waktu kemaren.

Diketahui bersama, dalam proses seleksi tersebut diikuti oleh enam kandidat. Masing-masing kandidat memiliki semangat memimpin Desa Sumberagung. Ke enam peserta seleksi tersebut adalah Ali Roso, Suwoto, Sukandar, Taslim, Salim, dan H Abdul M. Namun sesuai aturan yang ada dari keenam peserta ini harus diambil 3 Cakades. Otomatis ada 3 kandidat yang harus gugur.

Surat penetapan hasil seleksi yang bernomor 03 tahun 2017 sudah diterbitkan. Namun, ada salah satu peserta seleksi calon kepala desa yang gugur melakukan demo di kantor DPMPD Bojonegoro. Pihak pendemo yang mengatasnamakan masyarakat Sumberagung dan Salim itu menduga ada kecurangan saat seleksi.

Padahal, panitia PAW pada tanggal 7 Maret 2017 sudah menetapkan calon Kepala Desa berdasarkan hasil dari tes yang dilaksanakan di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa yaitu Sukandar, H Abdul M, dan Taslim HA.

Didampingi penasehat hukumnya, Sunaryo Abu Naim, Taslim menggelar konferensi pers di Kantor Advokad Sunaryo Abu Naim, jalan Imam Bonjol Bojonegoro. Dinilai, proses seleksi dan penetapan cakades melalui surat pertama yang bernomor 03 tahun 2017 dari dinas terkait sifatnya sudah final, pihaknya mempertanyakan kenapa terbit surat perubahan calon dengan nomor baru di hari yang sama. Yakni surat nomor 04 tahun 2017.

Dalam surat Nomor 04 tahun 2017 tersebut Salim menggantikan calon yang lama, yakni Taslim, yang awalnya nomor urut 1 pada surat penetapan bernomor 03. Sehingga, dalam surat bernomor 04 berubah menjadi, nomor urut 1 adalah Salim, nomor 2 H Abdul Manan, dan nomor urut 3 Sukandar.

Taslim didampingi Penasehat Hukumnya, Sunaryo mengatakan Saudara Taslim merupakan bagian dari 6 peserta seleksi calon PAW yang telah lolos seleksi.

"Tahapan saudara Taslim mulai awal hingga akhir sudah terpenuhi sesuai Pemendagri dan Perda nomor 9 tahun 2010," ucap Sunaryo saat konferensi pers di kantornya.

Menurutnya, penggaantian penetapan melalui surat bernomor 04 itu dinilai kurang koperatif dan cacat hukum, karena tidak ada pemberitahuan terhadap calon kepala desa yang sudah masuk seleksi.

"Dalam surat tersebut ada kejanggalan yakni di dalam surat nomor 4 tanggalnya sama dengan surat nomor tiga, padahal selisih harinnya berbeda dengan digelarnya demo," katanya.

Saat ini, lanjut Sunaryo, pihaknya talah mengirim surat kepada Bupati, DPRD, BPD dan panitia pilkades agar mengetahui persoalan perkara yang sebernarnya. "Artinya kami menyimpulkan pada 10 karet 2017 yang mengatasnamakan masyarakat dan surat tersebut tidak bisa menjadi pijakan untuk pembatan surat panitia," tegasnya.

"Keputusan panitia yang dikeluarkan pembatalan surat no 3 yang di ganti nomor 4 adalah cacat hukum,  dan kami berharap kesemua pihak untuk mencabut dan mengangkat keputusn surat yang lama," tuturnya.

Pihak Taslim menegaskan, jika ada alternatif dengan pembukaan calon kepala desa baru, pihaknya sangat mendukung sepenuhnya.

"Jika surat ini tidak ditanggapi maka kami selaku kuasa hukum Taslim Hasan Ashari akan melanjutkan ke jalur hukum, sebab ada cacat hukum dalam surat keputusan," tegas pengacara senior ini. (Wan/Red).

No comments:
Write comments