Thursday, March 9, 2017

EMCL Bersama IdFos Deklarasikan Kader Peduli Sampah

    Thursday, March 09, 2017  

Reporter: Iwan Zuhdi 

suarabojonegoro.com -  Operator minyak dan gas bumi Lapangan Banyu Urip Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) menyelenggarakan program Aksi Sehat di Pondok Pesantren Al Rosyid, Desa Ngumpak Dalem Bojonegoro. Dalam program ini, EMCL bermitra dengan LSM  IdFos untuk mengembangkan pengelolaan sampah yang sudah dilakukan Al Rosyid selama ini.

"Hari ini kita deklarasikan kader siswa peduli sampah, dan kita berikan sarana prasarana pendukung pengelolaan sampah," kata Manajer Program dari LSM IdFos, Eko Tristiyanto pada Kamis (9/3/2017).

Eko mengungkapkan, fasilitas pengelolaan sampah yang ada di Al Rosyid sudah sangat baik. Al Rosyid juga sudah mendirikan bangunan dan alat pengolahan sampah bantuan dari pemerintah.

"Nah, di sini kita mengembangkan sumber daya manusia pengelolanya sekaligus menjadi lahan pendidikan bagi para siswa dalam menyikapi sampah," imbuh dia.

Eko melanjutkan, sejak Januari lalu, dia dan timnya telah melakukan kampanye aksi sehat dan peduli sampah. Kampanye ini dilakukan kepada siswa dan guru agar memiliki kesadaran bahwa sampah bisa menjadi berkah. Kata dia, jika civitas akademika di Al Rosyid sudah memiliki kesadaran ini, sarana yang ada akan lebih bermanfaat.
"Kita bangun dulu mentalnya, lalu kita gerakan dalam aksi nyata," tuturnya.

Eko beranggapan, sekolah berasrama seperti di pondok pesantren biasanya kumuh sehingga tidak sehat. Melalui program ini, ungkap dia, pihaknya ingin mengubah persepsi masyarakat tentang sekolah berasrama.

"Pondok Pesantren Al Rosyid sudah modern, kedisiplinan dan pendidikannya pun bagus, sehingga mudah bagi kami untuk mengimplementasikan program ini," ujarnya.

Selain pengembangan sumber daya manusia siswa dan guru, jelas Eko, EMCL juga memberikan bantuan kendaraan sampah, alat pengolahan sampah, dan tempat sampah. Di setiap sudut sekolah yang luasnya lebih dari dua hektar ini, telah ditempatkan bak-bak sampah organik dan unorganik. "Kegiatan depan kita juga akan menyambungkan program di sekolah ini dengan program Kelompok Masyarakat Pengelola Sampah Mpok Damira di desa Ngumpak Dalem ini agar nanti bernilai ekonomi," katanya.

Sementara itu, pimpinan Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Al Rosyid KH. Alamul Huda menyampaikan apresiasi kepada EMCL yang telah peduli kepada siswa khususnya santri di pondoknya. Bantuan EMCL, ungkap dia, telah memberikan motivasi positif para santri. Menurutnya, gerakan aksi sehat yang didampingi IdFos ini, akan memberi pelajaran yang berharga bagi para siswa.

"Sekarang kita bisa melihat bahwa ExxonMobil juga peduli kepada kalangan pendidikan khususnya di lingkungan pesantren, ini harus kita syukuri," ucap kyai yang biasa disapa Gus Huda ini di depan ribuan siswa.

Gus Huda memotivasi para santrinya untuk senantiasa belajar dari proses. Kata dia, untuk bisa sukses para siswa harus menghargai proses dan meraihnya dengan berproses. Dia juga berpesan agar bantuan sebesar apapun harus diterima dengan baik, disyukuri, dan dipelihara

"Kita sekarang ini dipercaya oleh ExxonMobil, maka harus kita jaga. Dan ingat, kita dipercaya karena kita sudah menunjukkan bahwa kita bisa berbuat, bukan karena kita minta," ungkapnya bersemangat.

Perwakilan EMCL, Ichwan Arifin yang hadir dalam deklarasi kader aksi sehat ini, mengungkapkan kebanggaannya melihat ribuan santri yang fasih berbahasa asing dan memperlihatkan berbagai keterampilannya. Dalam sambutannya dia mengaku senang dengan antusiasme ini. Kata Ichwan, program ini merupakan komitmen EMCL dalam pengembangan pendidikan, khususnya pendidikan lingkungan.

"Kita ingin berkontribusi dalam membentuk karakter anak bangsa yang cinta lingkungan, sekaligus meningkatkan taraf pendidikan di Bojonegoro," ucapnya. (Wan/Lis/Red).

No comments:
Write comments