Wednesday, March 15, 2017

Gonjang-ganjing Tambang Bojonegoro, Komisi A Panggil SKPD Terkait

    Wednesday, March 15, 2017  

Reporter: Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com -  Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro mengundang Satuan Kerja Perangkat Derah (SKPD) terkait pembahasan rekomendasi tambang yang sudah dikeluarkan oleh Bupati Bojonegoro. Bertempat di ruang komisi A, forum hearing dimulai sekitar pukul 11.00 WIB. Rabu (15/3/17).

Hadir dalam acara dengar pendapat tersebut dari Komisi A, Ketua Komisi A DPRD Bojonegoro, Sugeng Hari Anggoro, wakil ketua Anam Warsito, Angota Komisi A Dony Bayu Setiawan, dan Jamirah, serta perwakilan Bagian SDA Kabupaten Bojonegoro, Dinas Perjinan dan P2T Kabupaten Bojonegoro, Bappeda Bojonegoro, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bojonegoro.

Wakil ketua Komisi A DPRD Bojonegoro, Anam Warsito mengatakan, pihaknya ingin mendengarkan tugas pokok dan fungsi secara langsung penjelasan dari tim (eksekutif) yang mengkaji lokasi tambang sehingga dikeluarkanya rekomendasi tambang di wilayah Bojonegoro.

"Prosesnya seperti apa?, siapa mengerjakan apa?, sejauh mana menjalankan tugasnya?. Dari 8 yang memohon ada 3 yang direkom, apa sih keistimewaan yang ketiga ini," katanya dihadapan eksekutif (Tim kajian tambang).

Selanjutnya, Kepala bagian SDA Bojonegoro Darmawan menjelaskan, yang mendasari proses rekomendasi tersebut adalah Perbup nomor 30 tahun 2016. Perbup tersebut ada hal- hal yang mendasarinya, yakni mewujudkan permudahan untuk berusaha, serta memberikan kepastian hukum bagi para pengusaha.

"Ingin mendorong perekonomian masyarakat, ingin mewujudkan kesejahteraan masyarakat Bojonegoro," jelasnya.

Katanya, ada prosedur dan mekanisme untuk menerbitkan rekomendasi bupati terkait ijin.

"Setelah itu pemohon agar melakukan presentasi, lalu ada tim melakukan verifikasi ke lapangan. Tentunya ada beberapa aspek yag harus dipenuhi oleh pemohon," kata Dadang Aris, staf Bagian SDA Bojonegoro.

Ada 8 pemohon, namun dari tim teknis saat melakukan verifikasi hanya ada 3 pemohon yang baru bisa memnuhi persyaratan rekom tersebut.

"Awal ada 8 pemohon, setelah melalui kajian lapangan ada 3 yang mendapatkan rekom," katanya.

Untuk diketahui, 3 pemohon tambang tersebut atas nama Joko Harumono, yang berdomisili di Desa Sumbearum Kecamatan Dander RT 19 RW 7 dengan satus tanah hak milik yayasan, luasan 8,44 hektar yang awalnya diajukan seluas 9,44 hektar.

Kemudian pemohon atas CV Multi Tunas Mandiri, dengan nama Aris Sandi Suryo alamat Mayjensungkono nomor 25 Kabupaten Nganjuk dan Ahmad Aminudin Aziz alamat Desa Katur Kecamatan Gayam RT 18 RW 5, dengan luasan tanah yang disetujui ada 4 hektar dari pengajuan awal 5,2 hektar. (Wan/Red).

No comments:
Write comments