Wednesday, March 8, 2017

Kanit Bimas Polsek kalitidu Cetuskan Tiada Hari Tanpa Santunan Anak Yatim

    Wednesday, March 08, 2017  

Reporter : Nella Rachma

suarabojonegoro.com -  Program unggulan Polaek kalitidu yang bertema Tiada hari tanpa Santunan Anak Yatim, yang diselenggarakan disetiap jajaran Sekolah tingkat Dasar di seluruj Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro.

Disampaikan oleh Kepala Unit (Kanit) Binmas (Pembinaan Masyarakat) Aiptu Zaenal Arifin bahwa, Program ini dilakukan untuk meringankan beban para siswa sekolah khusunya kepada anak Yatim/Piatu dan anak yang kurang mampu di wilayah Polsek kalitidu.

Kegiatan ini sebelumnya dilakukan di SDN Panjunan, Kalitidu, Aiptu Zaenal Arifin memberikan santunan kepada 4 Orang Siswa Diantaranya adalah 3 anak Yatim dan 1 anak tidak mampu.

Masing masing menerima peralatan sekolah berupa tas sekolah, dan berupa uang santunan, yanh diberikan langsunh pada saat menjadi pembina upacara.

"Hari ini kami juga memberikan santunan di SDN Ngujo, kepada 10 siswa sekolah diantarabya 5 anak yatim dan lima lainnya tidak mampu," Jelas Kanit Bimas Polsek kalitidu ini.

Dijelaskan pula tujuan kegiatan ini adalah menjadi program unggulan Kanis Bimas Polsek Kalitidu untuk meringankan beban terhadap siswa sekolah yang tidak mampu dan yatim piatu.

"Kami berharap ini bisa menjadi contoh bagi anggota yang lain untuk membantu masyarakat yang kurang mampu terutana para siswa sekolah yang harua mendapatkan pendidikan," Tambah Pria Mantan Tamtama Brimob tahun 1982 ini.

Sebelum memberikan santunan, Aiptu Zaenal juga memberikan Himbauan tentang operasi simpatik 2017, terkait tertib berlalu lintas.

Himbauan ini dibarapkan dapat disampaikan oleh para siswa sekolah kepada orang tua dan keluarganya, tetabgga serta saudara saudara siswa bahwa dengan yel yel yaitu "Di kota, di Desa, Jauh Dekat Mengendarai Motor Wajib memkai Helm"

Aiptu Zaenal sengaja memilih santunan anak yatim dan kurang Mampu ini dari anak sekolah dengan haraoan bahwa pendidikan Itu penting dan jangan sampai karena sesuatu hal siswa dapat putus sekolah.

"Sebelum pak bupati sudah pernah menyampaikan betapa pentingnya pendidikan, jadi sebenarnya ini bukan tanggung jawab Kita saja tapu adalah tanggung jawab kita semua," Cerita Aipti Arifin. (Ney/Red)

No comments:
Write comments