Monday, March 6, 2017

Kapolres Ingatkan Bhayangkari Hidup Sederhana dan Bijak Gunakan Medsos

    Monday, March 06, 2017  

Reporter : Nella Rachma

suarabojonegoro.com -  Tidak menginginkan anggota dan bhayangkari bergaya hidup mewah, Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S Bintoro kembali mengingatkan anggotanya untuk menasehati dan mengingatkan bhayangkarinya masing-masing agar hidup sederhana di lingkungan masyarakat, Senin (06/03/2017).

"Sebagai seorang suami, kita harus dapat mendidik keluarga kita dengan sebaik baiknya, jangan sampai istri kita bergaya hidup mewah karena bisa membuat kecemburuan sosial," terang AKBP Wahyu S Bintoro saat memimpin apel pagi.

Mantan Kasubdit Paminal Polda Jatim itu menyatakan perlunya mengingatkan tentang gaya hidup anggota dan keluarganya, karena menurutnya, kalau tidak diingatkan mereka akan lupa dan mereka tidak terkontrol.

Kapolres menginginkan kepada anggota untuk membiasakan pola hidup sederhana, menurutnya, istri harus dikasih tahu tentang pendapatan suami yang diberikan oleh negara supaya istri tidak menuntut dan tidak bergaya hidup mewah sehingga suami dapat melaksanakan tugas dengan baik.

"Gaji kita ya segitu sudah ada ukurannya, kalau istri bergaya hidup mewah nanti suami bisa melakukan penyimpangan berupa pungutan liar dan hal itu sudah bukan jamannya karena dapat mencoreng nama baik Polri," tuturnya.

Terkait dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang saat ini terus mengalami peningkatan, Kapolres juga mengharapkan agar suami dapat menghimbau Bhayangkari agar bijak dan hati-hati dalam bermedia sosial.

"Media sosial harus dimanfaatkan untuk kegiatan positif, memberikan manfaat bagi orang lain, jangan sampai istri kita membuat status di media sosial yang dapat menimbulkan polemik di masyarakat," pesannya.

Sebelumnya, salah satu anggota Bhayangkari Polres Bojonegoro sempat membuat status di media sosial yang menjadikan kesalah fahaman pengguna media sosial antara uang tilang dan uang beli bedak. Mengetahui hal tersebut Kapolres Bojonegoro langsung memberikan teguran keras dan saat ini status media sosial facebook tersebut telah dihapus agar tidak terjadi kesalah fahaman. (ney

No comments:
Write comments