Friday, March 31, 2017

KKN Tematik Unigoro Sebagai Bentuk Kontribusi Mahasiswa Untuk Bojonegoro

    Friday, March 31, 2017  

Reporter : Lina Nur Hidayah


suarabojonegoro.com -  Sebanyak 420 Mahasiswa/i Universitas Bojonegoro (Unigoro) pada tahun ini akan diberangkatkan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik, sehingga pada hari ini Jumat (31/3/17) bertempat di Kampus Unigoro dilaksanakan start pelaksanaan kelas persiapan KKN tematik dengan pembagian 8 kelompok mahasiswa yang akan didistribusikan ke 8 desa di Bojonegoro.

Dalam setiap kelompok masing-masing terdiri dari 51 hingga 55 orang sehingga tahun ini Unigoro akan memberangkatkan 420 mahasiswa untuk mengikuti KKN Tematik.
Seperti yang disampaikan  Ketua Lembaga  Penelitian dan Pengabdian Masyarakat  (LPPM) Unigoro, Laily Agustina Rahmawati mengungkapkan bahwa tema besar KKN tematik Unigoro tahun ini “Membangun Bojonegoro Berkelanjutan”, KKN tematik merupakan Kuliah kerja nyata yang orientasi program kegiatannya terfokus pada bidang tertentu sesuai dengan permasalahan kemasyarakatan dan arah kebijakan pembangunan yang diselenggarakan pemerintah wilayah tertentu.

“Ini baru kelas persiapan mbak. Untuk lokasi pelaksanaan KKN juga baru ditentukan berdasarkan kesepakatan mahasiswa dan dosen pembimbing hari ini mbak,” Ungkapnya.

Pihaknya menambahkan melalui penyelenggaraan KKN tematik Unigoro pada tahun ini, diharapkan mahasiswa Unigoro bisa secara cerdas mengidentifikasi permasalahan yang muncul dimasyarakat atau mengenali potensi-potensi yang dimiliki suatu desa, kemudian menyusun program yang sesuai untuk diterapkan didesa tersebut.

“Melalui KKN tematik ini, mahasiswa secara langsung terlibat dalam program pengabdian masyarakat, mengaplikasikan ilmu yang diperoleh untuk mendukung program-program pemberdayaan,” Tambah Laily.

Sementara itu, Ketua Yayasan Suyitno, Arief Januarso turut menambahkan bahwa KKN Tematik merupakan ajang yang tepat untuk menunjukkan kontribusi mahasiswa Unigoro untuk Bojonegoro.

“Sudah saatnya mahasiswa Unigoro harus berpikir kritis dan kreatif. Kritis dalam menangkap permasalahan dan kreatif dalam memberikan solusi,”Terang Mas Ayik. (Lin/Red)

No comments:
Write comments