Monday, March 6, 2017

Mensos RI : Bansos Non Tunai PKH 2017 4 kali Pencairan

    Monday, March 06, 2017  

Reporter: Lina Nur Hidayah

suarabojonegoro.com -  Kunjungan Menteri Sosial Republik Indonesia, Khofifah Indar Parawansa pada hari Minggu (5/3/17) lalu di pendopo malopati Bojonegoro dalam rangka pendistribisian bantuan sosial non tunai Program Keluarga Harapan (PKH) untuk anggaran tahun 2017.

Terlebih pada tahun ini Bojonegoro fokus pada penanganan kemiskinan yang kian membludak, sehingga kinerja Menteri Sosial melalui PKH dapat membantu warga kurang mampu, karena telah menyediakan paket ketrampilan dan Biaya Pendidikan Pelajar Sekolah Menengah Atas yang dibiayai oleh Pemkab Bojonegoro.

Sementara, Direktur Jaminan Sosial Keluarga, Nur Pujianto dalam laporannya menjelaskan PKH di Bojonegoro dimulai tahun 2007 dengan jumlah penerima 10.687 keluarga penerima manfaat. Sedangkan tahun ini mencapai 47.153 ditambah jumlah pendamping PKH sebanyak 177 orang dengan 13 operator.

“Bantuan Non tunai di Kabupaten Bojonegoro ada di enam 6 kecamatan, antara lain Kedungadem, Bojonegoro, Kepohbaru,Ngasem,Sumberejo dan Tambakrejo,”Ungkap Direktur Jaminan Sosial Keluarga.

Sementara, Menteri Sosila Republik Indonesia, Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan bahwa ada 200 kabupaten salah satunya Bojonegoro yang menerima bantuan sosial non tunai PKH, jadi belum semua kecamatan yang tuntas non tunai karena pihak Mensos masih melakukan pemetaan keagenan BNI dan juga akses internet dimana dititik distribusi bansos non tunai tersebut harus dilakukan.

“Hari ini dimulailah pencairan bansos PKH non tunai untuk anggaran tahun 2017 dengan 4 kali pencairan dalam setahun,”Ungkap Mensos Saat dikonfirmasi awak media.
Masih yang disampaikan Mensos RI  bahwa pencairan pertama dilaksanakan di pendopo Bojonegoro, kemudian pada bulan Juni kedepan akan kembali cair.

Untuk pencairan ke tiga akan dilanjutkan ke bulan September mendatang, dan pencairan terakhir akan dilaksanakan  bulan November dan Desember 2017.

“Jadi ritme pencairannya ada 4 kali dalam setahun, total setahun 1 juta 890 ribu rupiah diambil sebanyak 4 kali,”Tambah Mensos RI.
Pihaknya mengharapkan agar masyarakat penerima bantuan dapat memanfaatkan dan memprioritaskan penggunaan anggaran untuk kebutuhan lebih penting.(Lin/Red)

No comments:
Write comments