Friday, March 3, 2017

Pembekalan ke-2 Sekolah Lapang Pertanian Desa Mojodelik, Materi Basmi Tuntas Hama

    Friday, March 03, 2017  

Reporter : Lina Nur Hidayah

suarabojonegoro.com -  Serangan Hama pada tanaman  menjadi salah satu faktor penting pemicu gagal panen bagi para petani, sehingga hal ini menjadi permasalahan serius bagi pertanian yang perlu diatasi dan diantisipasi.

Guna mengatasi masalah hama dan meminimalizir angka gagal panen dikalangan petani pada hari ini Jumat (3/3/17) bertempat di Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Bojonegoro Universitas Bojonegoro (Unigoro) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unigoro bekerjasama dengan ExxonMobil dilaksanakan sekolah lapang pertanian pembekalan ke-2 yang diikuti oleh petani desa setempat.

Dalam pembekalan ini hadir Ketua Yayasan Suyitno, Arief Januarso, Ketua LPPM Unigoro, Laily Agustina Rahmawati,
Ir.Darsan, Magister Agri Bisnis sebagai pengisi materi.

Pembekalan tersebut membahas tentang pemeliharaan dan penggunaan herbisida (obat rumput) secara benar, kemudian tata cara pemupukan serta jenis hama dan penanganannya.

Seperti yang diungkapkan narasumber pertanian, Ir.Darsan, Magister Agri Bisnis bahwa pemupukan tanaman padi yang baik dilakukan pada umur kurang lebih 10 hari dengan perbandingan urea 1, phonska 1, SP 36 1/5 ,dan petroganik.

Sistem pemupukan ini dilakukan agar hasil panen maksimal dan dapat mengurangi jumlah hama. Jumat (3/3/17).

“Di desa Mojodelik yang paling banyak serangan wereng sehingga sistem pengompresannya harus kebawah dan harus melakukan tanam serempak,” Ungkapnya kepada suarabojonegoro.com.

Selain itu, jenis hama yang sering menyerang tanaman petani antara lain penggerek batang (sundep, beluk), walang sangit, wereng dan kepinding tanah yang biasa menyerang pada bulan ke 6 dan 7.

“Penyemprotan  padi sebaiknya dilakukan pada umur 17, umur 33 dan saat jebul ambyak 70 persen untuk tanam padi,”Kata Narasumber saat mengisi materi.
Sementara, Ketua LPPM Unigoro Laily Agustina Rahmawati juga menyampaikan penyakit yang sering menyerang padi dan dapat merusak hasil panen.

Penyakit tersebut antara lain hawar daun atau kresek yang disebabkan oleh bakteri xanthomonas campesti-is nativo dan potong leher yang disebabkan oleh jamur pyricullaria oryzae.

“Kalau potong leher biasa menyerang padi pada umur 33 hari sampai 40 hari, untuk itu perlu penyemprotan pada awal pertumbuhan tanam,”Terang bu Laily.

Pada pembekalan ke 2 tentang pertanian ini, Ketua Yayasan Suyitno, Arief Januarso juga turut mendukung dengan adanya program dari LPPM Unigoro karena melalui pembekalan  pertanian diharapkan dapat memberikan solusi kepada petani terhadap masalah yang sering timbul dalam pertanian mereka.

“Permasalahan wereng dan hama lainnya menjadi faktor bahaya untuk merusak hasil panen, sehingga dengan pembekalan ini petani dapat menemukan solusi untuk menghadapi masalah yang ada,” Kata Mas Ayik ,Ketua Yayasan Suyitno. (Lin/Red)

No comments:
Write comments