Thursday, March 9, 2017

Pembekalan ke-5 Sekolah Lapang Pertanian Gayam, Cegah Ketergantungan Sistem Tadah Hujan

    Thursday, March 09, 2017  

Reporter: Lina Nur Hidayah

suarabojonegoro.com -  Sebagai upaya untuk meningkatkan mutu pertanian di kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Bojonegoro (Unigoro) bekerjasama dengan ExxonMobil kembali menggelar sekolah lapang pertanian pembekalan ke 5 bertempat di kediaman  Nurudin, Rt 30, Rw 06 Kaliglonggong, Kecamatan Gayam, Bojonegoro pada Rabu (8/3/17).

Kegiatan pembekalan bidang pertanian ini diikuti oleh para petani Gayam dengan pembicara Joko Adi Sunaryo selaku pengisi materi terkait pengelolaan sumber daya air untuk Pertanian.

Menurut Laily Agustina R selaku Ketua LPPM Unigoro mengatakan bahwa salah satu faktor penentu hasil pertanian adalah ketersediaan air yang cukup, sehingga para petani wajib memperhatikan persediaan air untuk tanaman agar kualitas panen membaik. Rabu (8/3/17).

“Kalau di Gayam sistem pengairannya terkenal dengan sistem tadah hujan sehingga masyarakat masih tergantung pada air hujan dalam mengelola pertanian, padahal salah satu penentu hasil pertanian adalah jumlah air yang cukup, “Kata Bu Laily.

Untuk itu, melalui pelatihan ini masyarakat diharapkan dapat membuat kelembagaan yang khusus dalam menangani masalah air
sehingga ketika kelompok tersebut mengajukan pembangunan prasarana, sudah ada kelompok yang siap menjalankan.

Seperti yang diungkapkan Joko Adi Sunaryo bahwa sistem pertanian yang ideal minimal setiap desa memiliki lembaga himpunan untuk mengatur masalah air.

“Sistem ideal bahwa setiap desa harus memiliki himpunan untuk menyalurkan air, terlebih kecamatan Gayam memiliki potensi dari air sungai Gandong yang bisa dimanfaatkan untuk pertanian,”Ungkapnya.

Sementara, Ketua Yayasan Suyitno, Arief Januarso menambahkan bahwa sasaran pelatiahan tersebut meliputi tuntutan layanan optimal untuk anggota, menuju kelembagaan, menyelaraskan dengan reformasi kebijakan dan inovasi kelembagaan.

“Minimal petani Gayam bisa Mandiri dan berinovasi dikelembagaan untuk mengatasi masalah pertanian,”Terang Mas Ayik. (Lin/Red)

No comments:
Write comments