Saturday, March 4, 2017

Pembekalan Ke3 Sekolah Lapang Pertanian di Gayam, Tingkatkan Hasil Panen

    Saturday, March 04, 2017  

Reporter : Lina Nur Hidayah

suarabojonegoro.com -  Guna meningkatkan produktivitas tanam padi di Bojonegoro, khususnya kecamatan Gayam maka Universitas Bojonegoro (Unigoro) melalui  Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) bekerja sama dengan ExxonMobil melaksanakan program sekolah lapang pertanian pembekalan ke 3 tentang penanaman padi.

Kegiatan ini diselenggarakan di kediamanan bapak Yasir, warga Dukuh Gledekan Rt 17, Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Bojonegoro pada hari ini Sabtu (4/3/17) yang diikuti oleh para petani desa setempat.
Laily Agustina Rahmawati, Ketua LPPM Unigoro pada kesempatan ini memberikan materi terkait dengan pembekalan penanaman padi secara baik.

Mulai dari cara menanam bibit padi, yang harus memperhatikan jarak waktu pemindahan kelahan, pemindahan bibit pada usia yang tepat serta tidak merusak daun, batang dan bibit akar. Sabtu (4/3/17).

“Petani banyak menggunakan sistem konversional sehingga melalui pembekalan ini diharapkan dapat berpindah ke sistem yang lebih baik dengan memberikan ruang untuk tanaman padi berkembang,”Terangnya.

Masih menurut bu Laily bahwa jenis sistem padi ada 4 macam, antara lain sistem konversional, sistem larik, sistem sri atau pencaplakan dan sistem jajar legowo.

“Dari sistem konversional paling tidak petani beralih ke sistem larikan, agar ruang tanam padi mendapatkan sinar matahari cukup, sistem udara baik dan tidak lembab sehingga tanaman padi tidak mudah terserang jamur dan bakteri,” Tambah Laily.

Sementara, sistem konversional merupakan sistem yang tidak memperhatikan jarak tanam dan jumlah bibit yang digunakan banyak sehingga kurang efisien.
Berbeda dengan sistem larik
digunakan dengan bantuan tali rafia dengan jarak tali antara 20 sampai 30 cm. Selain itu, usia bibit diatas 20 sampai 30 hari dengan satu lubang berisi lebih dari 4 bibit.

"Memang sistem larik belum sebaik sistem Jajar Legowo dalam meningkatkan produktivitas, namun paling tidak petani mau move on dari sistem tradisional,”Jelasnya.

Dalam pembekalan ke 3 ini, Arief  Januarso, Ketua Yayasan Suyitno juga mengungkapakan bahwa pembekalan terkait bidang pertanian diharapkan dapat membawa dampak positif untuk perekonomian petani, sebab petani setempat akan mengetahui cara tanam padi yang layak sehingga hasil panen lebih berkualitas.

“Saya mendukung program pembekalan ini, semoga dapat bermanfaat untuk petani di kecamatan Gayam guna meningkatkan kualitas tanam,”Ungkap mas Ayik (Lin/Red)

No comments:
Write comments