Friday, March 3, 2017

Pemkab Ajak semua pihak,tangkal anak putus sekolah

    Friday, March 03, 2017  

Reporter : S. Lina

suarabojonegoro.com -  Kabupaten Bojonegoro menyadari benar bahwa salah satu cara meningkatkan kualitas sumber daya adalah dengan pendidikan, sebagai salah satu cara untuk meningkatkan angka partisipasi pendidikan disemua kalangan khususnya adalah anak anak usia sekolah.

Pemkab Bojonegoro membuat terobosan jitu yakni dengan pelibatan orang tua asuh bagi warga kurang mampu dan anak putus sekolah.

Seperti hari ini, Kamis (2/3) Bupati Bojonegoro Yang akrab dengan panggilan Kang Yoto ini memgukuhkan orang tua asuh bagi warga kurang mampu dan anak sekolah diwilayah Kecamatan Kapas, Balen, Bojonegoro,Dander,Sukosewu,Temayang dan Bubulan.

Acara diawali dengan pengukuha
Bupati Bojonegoro dalam sambutannya menyampaikan konsep jarak itu berbeda konsep jarak secara fisik,sosial dan jarak secara psikologis.

Jarak secara fisik bisa sangat dekat namun secara sosial dan psikologis tidak demikian. Jarak sosial dan fisik ini jika ingin didekatkan harus melalui jarak psikologis yakni mendekatkan dengan hati, maka para pemimpin harus mendoakan mereka yang dipimpin.

"Ini adalah hal yang dicontohkan oleh Rosulullah,  bahwa seorang pemimpin harus senantiasa mendoakan rakyatnya. Ini adalah konsep doa yang luar biasa untuk menghadirkan orang lain dalam hati kita," Terang Kang Yoto.

Dia juga menjelaskan bahwa Jangan ada jarak fisik dan sosial yang dibiarkan semakin jauh sehingga jurang pemisah makin kentara. Salah satu pakar menyebutkan  the strong of weekness bahwa hubungan dengan orang yang tidak dekat maka pertumbuhan hidup kita akan melaju makin pesat.

"Kita jangan membuat identitas yang berbeda sehingga akan membuat jarak yang semakin tampak. Bupati menyampaikan bahwa kita semua selama ini masih memperlebar jarak sosial," Paparnya.

Menurut Kang Yoto, Manusia dikelompokkan menjadi dua kelompok yakni nasokah atau orang yang berjauhan secara fisik namun hatinya terasa dekat dan ghosasah yakni orang yang fisiknya dekat namun hatinya terasa jauh.

Bupati mencontohkan dalam rumah saja bisa terjadi terpisah jaraknya salah satunya karena jarak psikologisnya yang jauh yang ditandai dengan amarah dan suara yang keras. banyak keluarga yang dekat secara fisik namun psikologis mereka sangat jauh.

"Hari ini kita mengajak anak yatim dan orang miskin dalam jiwa kita ini adalah revolusi jiwa. Revolusi jiwa ini adalah hati yang memaafkan,hati yang penuh kasih. Gerakan ini adalah revolusi jiwa kita sendiri, membawa orang miskin dab anak anak yang bermasalah maka hati kita akan makin kaya demikian pula rejeki dan hidup kita makin berkah. Banyak orang yang hanya memburu harta atau kedudukan, namun setelah mampu meraihnya justru tidak bahagia karena hati dan jiwanya masih yatim," Terang Bupati.

Dengan rasa kasih dan cinta maka kita akan menerima kesalahan orang lain dengan nada kasih bukan amarah sehingga kita akan bertutur dalam bahasa yang diliputi oleh rasa cinta. Kepada seluruh peserta Bupati mengajak hati dan jiwa untuk menerima orang miskin dan anak putus sekolah disekitar kita. Masih ada 8.677 anak anak kita di 7 kecamatan yangyang masih belum mengenyam pendidikan.

Kepala dinas pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Drs Hanafi dalam laporannya menyampaikan  jumlah anak putus sekolah di Kecamatan Balen,Kapas,Dander, Bojonegoro,Bubulan,Temayang dan Sukosewu mencapai 8.677 dan Rumah Tangga Miskin mencapai 40.147 keluarga.

Sehingga individu miskin mencapai 126.490 orang. Adapun yang dikukuhkan hari ini adalah untuk wilayah tengah mulai Kepala Desa, Kepala UPT, Kepala Puskesmas, Pengawas, Penilik sekolah, Kepala Sekolah SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK di Kecamatan Balen, Kapas, Dander, Bojonegoro,Bubulan, Temayang dan Sukosewu. Mereka adalah orang tua asuh bagi anak anak putus sekolah dan warga miskin. (ina/lis)

No comments:
Write comments