Wednesday, March 15, 2017

Sekolah Lapang Pertanian Pembekalan ke 7, Kupas Pengolahan Lahan Pertanian

    Wednesday, March 15, 2017  

Reporter: Lina Nur Hidayah

suarabojonegoro.com -  Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Bojonegoro (Unigoro) kerjasama dengan ExxonMobile kembali memberikan pembekalan tentang trobosan bidang pertanian pada kelompok tani di Kecamatan Gayam, Bojonegoro. Sekolah Lapang Pertanian dengan pembekalan ke-7 dilaksanakan di kediaman Bapak Sami'an Bonorejo yang mengupas tentang pengolahan lahan pertanian.

Sementara, Yaumitdin Sugianto selaku pengisi materi pada hari Sabtu, 11 Maret 2017 menyampaikan terkait metode-metode sederhana yang dapat dilakukan sendiri oleh petani untuk mengevaluasi kondisi lahannya dengan menggunakan alat-alat sederhana. Selasa (14/3/17).

"Dalam pembekalan ini dilatih untuk mengukur kandungan organik tanah, porositas tanah, dan kemampuan tanah dalam menyerap nutrisi, dan PG tanah,"Terangnya.

Pihaknya menambahkan bahwa alat yang digunakan untuk pengukuran adalah plastik dan botol aqua bekas.

Pernyataan lain juga disampaikan oleh, ketua LPPM Unigoro, Laily Agustina Rahmawati bahwa berdasarkan uji coba dengan metode sederhana tersebut, akan memudahkan kita untuk mengetahui hasil pengukuran kandungan organik C, organik tanah dilahan petani rata-rata kurang 1 persen.

"Padahal agar tanaman padi bisa tumbuh dengan optimal, kandungan C organiknya minimal 5 persen,"Ungkap Laily.

Masih dikatakan Dosen Fakultas Pertanian Unigoro, bahwa rendahnya kandungan organik pada lahan disebabkan karena penggunaan pupuk kimia yang berlebihan.

Sementara, Ketua Yayasan Suyitno, Arief Januarso sangat mendukung kegiatan ini  karena melalui metode sederhana yang disampaikan dalam pembekalan ke 7, diharapkan dapat memberikan bekal petani di desa Gayam  maupun Bonorejo dalam mengolah lahan pertaniannya sehingga kualitas produktivitas pertanian dapat maksimal.

"Selain Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan, rendahnya kandungan organik pada lahan juga disebabkan oleh eksploitasi lahan yang berlebih tanpa memberi kesempatan lahan  untuk memulihkan kondisi seperti semula,"Tambahnya. (Lin/Red)

No comments:
Write comments