Tuesday, March 14, 2017

SLB Panjunan Sedia Ruang Terapi Untuk Anak Autis

    Tuesday, March 14, 2017  

Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com -  Anak Autis mungkin dipandang sebelah mata bagi sebagian masyarakat. Namun ada beberapa cara untuk meggali sisa-sisa kemampuan anak berkebutuhan khusus ini. Salah satunya adalah yang dilakukan oleh Sekolah Luar Biasa (SLB) PGRI Panjunan Kalitidu ini. Sekolah yang terletak di Jalan Raya Cepu Kilometer 12 Desa Panjunan Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro ini memiliki ruang khusus terapi bagi anak autis. Selasa (14/03/17).

Adalah Sri Purwi Handayani Mpd selaku Kepala Sekolah menyatakan pembangunan ruang terapi autis ini merupakan usahanya untuk menggali sisa-sisa potensi bagi anak penyandan
 Autis. Dirinya meyakini bahwa anak-anak tersebut masih mampu untuk berprestasi.

"Saya meyakini anak-anak autis ini masih mampu intuk berprestasi", katanya.

Saat ditemui media suarabojonegoro ini menunjukkan ruang terapi untuk menggali potensi anak berkebutuhan khusus tersebut. Dengan didampingi Windy Nia Dyastuti yang merupakan salah pengajar Sekolah tersebut. Disalah satu ruangan terdapat tumpukan matras dan berbagai mainan keseimbangan, hal ini diperuntukan bagi anak-anak autis untuk melampiaskan emosionalnya. Selain itu diruang tersebut terdapat papan keseimbangan, papan seluncur, ruang terapi dengar dan bicara.

"Di ruang ini anak-anak dilatih untuk berbicara dan mendengar, serta berjal
an diatas papan", katanya.

Guru muda dan sekaligus mantan seorang Bidan ini mengatakan bahwa, untuk melatih anak-anak tersebut harus memiliki kesabaran yang ekstra, pasalnya disaat anak-anak autis ini muncul emosinya tidak jarang dirinya mendapat perlakuan kasar seperti di gigit, dipukul, namun hal ini sudah menjadi hal yang biasa.

"Mendapat perlakuan kasar sepert pukul di gigit itu sudah biasa", tambahnya.

Dari terapi yang dilakukan para guru-guru tersebut anak-anak ini mengalami perubahan yang cukup memuaskan. Diruangan ini banyak anak-anak autis yang mampu berprestasi diantaranya adalah anak-anak ini mampu bermain Catur, Bernyanyi, serta bermain Bulu tangkis.

Bahkan anak-anak tersebut di jadwalkan pada bulan April mendatang akan mengikuti even Pekan Olahraga Pelajar (POP) 2017.

"Insyallah bulan April mendatang anak-anak akan bermain di even Por Pelajar di bulan April mendatang", katanya.

Kepada media suarabojonegoro Widya sapaan akrapnya menyatakan bahwa, target para guru mendidik anak-anak autis ini adalah paling tidak merwka mampu untuk mengurus dirinya sendiri, dan apabila ada prestasi adalah bonus bagi mereka.

"Paling tidak mereka mampu mengurus dirinya sendiri, kalau ada prestasi itu merupakan bonus bagi mereka yang telah bekerja keras", pungkasnya. (Bim/red).

No comments:
Write comments