Thursday, March 2, 2017

Sopir MPU Di Terminal Rajekwesi Sambat Adanya Aturan Diterapkan

    Thursday, March 02, 2017  

Reporter : Bima Rahmat


suarabojonegoro.com -  Para sopir Mobil Penumpang Umum (MPU) terminal Rajekwesi Bojonegoro mengeluhkan terkait aturan yang mengharuskan mereka tidak boleh mangkal di sebelah selatan dalam terminal. Hal ini menuai perotes dari para sopir tersebut, pasalnya dari aturan tersebut mengakibatkan pendapatan para sopir tersebut menurun hingga 50 %.

Winanto salah satu Sopir MPU, warga Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro saat ditemui media suarabojonegoro.com mengatakan bahwa, memang tiga hari yang lalu sempat di pindah tetepai karena sepi dirinya kembali lagi ketempat yang semula yang dilarang.

"Kemarin sempat dipindah selama tiga hari, karena sepi penumpang ya pindah lagi", ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Wanto, semenjak tempat "ngetem" dipindah di sebelah selatan dirinya mengaku tidak dapat memenuhi target setoran.

"Pengunjung terminal sepi, kalau ngetem di selatan kita tidak dapat setoran", katanya.

Dari pantauan suarabojonegoro.com para sopir tersebut berharap agar kebijaksanaan terkait tempat "ngetem" bagi para sopir MPU di pertimbangkan lagi.

"Saya berharap kebijakan itu dipertimbangkan lagi, soalnya kami kesulitan mencari penumpang", terangnya.

Saat ditanya terkait akan melakukan demo, dirinya menyatakan akan mempertimbangkannya dengan para sopir MPU yang lain.

"Kalau masalah demo tergantung teman
-teman yang lain.

Sementara itu di temui di tempat yang berbeda Sentot Sugeng Waluyo selaku Kepala terminal Rajekwesi Bojonegoro menyatakan bahwa memang aturan "ngetem" di sebelah utara itu tidak diperbolehkan sebab menganggu kenyamanan dan keamanan para pengunjung terminal.

"Itu akses Jalan bagi para pengunjung terminal, kalau para sopir "mangkal" disitu tentu akan menganggu kenyamanan dan kenyamanan para pengunjung", jelasnya.

Sentot sapaan akrapnya juga menambahkan bahwa, kementrian Perhubungan mengintruksikan disetiap terminal itu harus terang, bersih, nyaman dan aman sehingga diharapkan terminal dapat menigkatakan pengunjung.

"Instruksi kementrian perhubungan itu sudah jelas bahwa terminal itu harus   terang, bersih, nyaman dan aman. Dengan aturan tersebut diharapkan terminal mampu meningkatkan pengunjung", pungkasnya. (Bim/red).

No comments:
Write comments