Monday, March 6, 2017

Sub Kartar Glagahwangi Wadol DPRD, Ini Materi Hearing yang Bakal Dibawa

    Monday, March 06, 2017  

Reporter: Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com -  Sub Karang Taruna Glagahwangi Dusun Kedungrejo Desa Ngumpakdalem Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro beberapa waktu yang lalu melayangkan surat permohonan hearing kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro. Hal tersebut menanggapi tidak diresponya surat yang berisikan aspirasi oleh pemdes setempat terkait dampak sosial adanya pembangunan meha proyek kampus AKN Bojonegoro. Senin, (6/3/17).

Surat yang memiliki kop Sub Karang Taruna Glagahwangi tersebut berisikan 7 materi tuntutan. Melalui kesepakatan bersama, warga yang sebagian besar adalah darah muda ini selama ada aktivitas proyek merasa geram. Pasalnya, berbagai kejadian yang melanggar norma terjadi atas aktivitas proyek tersebut.

Adapun tujuh materi tuntutan tersebut sebagai berikut, akses jalan arah Dukuh Kedungrejo yang rusak akibat sering dilewati truck maupun alat berat proyek pembangunan AKN Poltek dan Pusdiklat, masalah sosial (perzinahan, premanisme, norma-norma kesusilaan) yang dilakukan oleh pekerja proyek dari luar wilayah Dukuh Kedungrejo, tenaga kerja mayoritas dari luar wilayah Kedungrejo, tidak sesuai dengan kesepakatan awal bahwa akan lebih memprioritaskan warga lokal.

Kemudian, klarifikasi terkait pemasangan banner yang mengatasnamakan suara warga Kedungrejo, kejelasan terkai CSR atau yang bisa dikatakan tanggung jawab perusahaan (AKN dan Pusdiklat) terhadap sosial maupun lingkungan sekitar dimana perusahaan itu berada.

"Yang ke enam kejelasan tanah yang di buat proyek, Nomer tujuh terkait kejelasan izin pendirian bangunan," kata pemuda setempat, Saiful Anam.

Diharapkan, tujuh materi tuntutan dari warga sekitar tersebut memunculkan solusi pada saat hearing nanti.

Anam mengatakan, pihaknya meminta agar semua yang bersangkutan dihadirkan dalam heraring nanti.

"Semua anggota kartar kedungrejo, Kades ngumpak, Kasun kedungrejo, Konsultan dan kontraktor dan BPD," kata Anam yang juga mantan aktivis itu. (Wan/Red).

No comments:
Write comments