Friday, March 17, 2017

Suryadi Guru Olahraga Yang menjadi Penangkar Hewan Kijang

    Friday, March 17, 2017  

Reporter : Bima Rahmat


suarabojonegoro.com -  Berawal dari keprihatinannya terhadap hewan Kijang yang akhir-akhir ini semakin langka akibat perburuan liar serta rusaknya ekosistem hutan diwilayah Kecamatan Tambakrejo Kabupaten Bojonegoro membuat Suryadi tergugah hatinya untuk membuat penagkaran khusus untuk melestarikan hewan yang dikenal sangat indah tanduknya ini. Jumat (17/03/17).

Suryadi yang juga merupakan seorang Guru Olahraga di Sekolah Dasar Negri  (SDN) 1 Tambakrejo yang masih peduli akan langkanya hewan Kijang Khususnya di Kabupaten Bojonegoro. Berawal dari dirinya menemukan dua ekor anak Kijang yang ia temukan di pinggiran hutan kawasan Tambakrejo
yang disinyalir telah ditinggal mati oleh Induknya. Karena merasa prihatinannya itu ia memutuskan untuk membawa dan merawatnya.

"Awalnya saya menemukan dua ekor anak Kijang di hutan, karena kasihan saya bawa pulang dan merawatnya", katanya.

karena tidak memiliki lahan ia terpaksa menggunakan lahan Sekolah tempatnya menggajar untuk dijadikan tempat penagkaran bagi hewan tersebut. Suryadi menjelaskan bahwa penagkaran yang dia rintis sejak tahun 2012 ini, kini telah berkembang yang mulanya hanya dua ekor sekaraang menjadi sepuluh ekor.

"Di tahun 2012 hanya dua ekor, alhamdulillah sekarang sudah sepuluh ekor", ujarnya. Melalui media suarabojonegoro.com ini Suryadi berharap agar, kelak penagkaran
hewan Kijang ini nantinya akan mampu menjadi Ikon Desa Tambakrejo pada khususnya, serta menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Bojonegoro dan mampu menjadi objek wisata andalan Kabupaten berjuluk Laskar Angling Darma ini.

"Saya berharap nantinya penagkaran ini mampu menjadi Ikon Desa Tambakrejo serta kebanggan bagi Kabupaten Bojonegoro, dan saya berharap kelak akan menjadi salah satu objek wisata andalan Kabupaten", harapnya.

Guna mengembangkan penagkarannya tersebut, Suryadi kedepannya akan melobi Pemerintah Desa (Pemdes) serta Pihak Perhutani Kecamatan Tambakrejo untuk bersedia bekerjasama dengan dirinya untuk melestarikan hewan tersebut dan bersedia membantunya memberikan lahan guna penagkaran yang lebih baik lagi.

"Kedepan saya akan bekerja sama dengan Pemerintah Desa (Pemdes) dan juga dengan Perhutani, tentu suatu saat hewan ini akan bertambah banyak dan akan membutuhkan lahan yang lebih luas", pungkasnya. (Bim/red).

No comments:
Write comments