Wednesday, April 19, 2017

2 Pria yang Mendatangi Rumah Ketua Pemuda di Gayam Bukan Pihak PEPC

    Wednesday, April 19, 2017  

Reporter: Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com -  Kedatangan dua pria yang mengaku dari pihak Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC), kerumah Sittatun, selaku ketua Karang Taruna Desa Katur Kecamatan Gayam, dibantah oleh manajemen PEPC di Bojonegoro. Pihak PEPC segera mengklarifikasi kepada suarabojonegoro.com terkait dua pria yang mengaku dari PEPC itu.

"Sosec PEPC maupun PGA PEPC kayaknya gak ada yang kesana. Di PEPC ada orang yang namanya Ari (HSSE) sudah saya komfirmasi tapi dia bukan nemuin Sittatun. Malah dia seharian di loaksi ECW," kata Abdul Malik Humas PEPC di Bojonegoro melalui Edi Art.

Sebelumnya diberitakan, kedatangan dua pria ke rumah Sittatun itu perihal rencana pemblokiran jalan yang akan dilakukan oleh pemuda dan warga setempat. Namun rencana tersebut gagal, sebab dua pria tersebut mengajak janjian Sittatun ketemu dirumahnya, untuk mengurungkan rencana pemblokiran tersebut.

Warga selama ini geram atas kondisi jalan yang rusak dan berdebu tersebut. Dinilai, PT Pembangunan Perumahan (PP) selaku pelaksna proyek sipil kurang sigap, dalam melakukan pengerjaan jalan.

Jalan tersebut Setiap hari dilalui ratusan kendaraan dumtruck. Kendaraan keluar masuk mengangkut material proyek sipil Lapangan Gas Unitisasi Jamabaran  Tiung Biru (J-TB).

Ditegaskan oleh PEPC, jika dua pria yang kerumah pimpinan pemuda Desa Katur itu bukan dari Manajemen PEPC. Setelah di konfirmasi semua pegawai PEPC tidak ada yang kerumah Sittatun.

"Saya sangat yakin itu bukan personel PEPC. Jangan sampai ada oknum yang mengaku dari PEPC," tegasnya.

"Yang jelas dari yang saya ketahui kalau personel PEPC yang di lapangan ada yang namanya Ari tetapi saat ini sedang di lokasi proyek sesuai tugas pekerjaannya," tambahnya.

Sittatun pun membeberkan ciri-ciri dua orang yang mengaku dari PEPC itu, satu diantaranya bebadan besar, dan keduanya memakai kaos. Dua pria itu datang kerumah Sittatun mengendarai sepedah motor. Dikatakan pula, mereka tidak terlihat memakai Id Card PEPC.

Disinggung apakah ada kata-kata bernada ancaman atau intimidasi, perempuan berhijab itu mengatakan tidak. Kedua pria yang kerumahnya itu ramah. Selain memberi pesan agar tidak melakukan pemblokiran jalan, mereka juga meninggalkan nomor handphone, agar jika ada keluhan atau kritik segera menghubunginya, tidak main blokir seenaknya.

Usai mendapat kabar jika kedua pria yang kerumahnya itu bukan dari PEPC, Sitta sapaan akrabnya mengaku shok. Sembari mencoba mengingat-ingat namanya, Sittatun mengatakan, jika kedua pria itu mengaku bernama Ari dan Yudi.(wan/red).

No comments:
Write comments