Friday, April 28, 2017

Bahas Dana Abadi Migas, FPDI Perjuangan Sebelumnya Menunggu Payung Hukum Yang jelas

    Friday, April 28, 2017  

Reporter : Sasmito Anggoro

suarabojonegoro.com-  Soal Dana Abadi Migas, FPDI Perjuangan sebelumnya masih Menunggu soal payung hukum yang jelas terkait adanya penentuan sikap rekomendasi soal dana abadi sehingga ketika Dewan melakukan pembahasan sudah ada aturan dalam hukumnya dan tidak ada pelanggarannya.

"Kenapa fraksi PDi Perjuangan DPRD Bojonegoro belum menyetujui terkait dana abadi migas karena belum ada payung hukumnya," Kata Doni Bayu Setiawan dihadapan peserta dialog jum'at di Pendopo Pemkab Bojonegoro. Jum'at (28/4/17).

Dikatakan juga oleh Doni jika memang belum ada payung hukum, pihaknya belum berani melakukan pembahasan karena belum ada hukum aturan yang jelas, sehingga PDI Perjuangan juga ingin menyelamatkan Bupati, sambil menunggu payung hukum yang jelas soal dana abadi migas,

"Fraksi PDI Perjuangan bukan tidak setuju soal itu, namun sebelumnya belum ada kejelasan hukumnya, sehingga kalau ada apa apa bisa di kecrek, jika tidak ada payung hukumnya,"  Kata Doni.

Disampaikan juga dihadapan Bupati dan peserta dialog, bahwa sekarang Presiden Jokowi sudah mengeluarkan aturan dan payung hukum terkait soal dana abadi migas, sehingga sekarang menurut Doni, pihaknya dari fraksi PDI Perjuangan bisa ikut melakukan pembahasan dan kemudian menentukan sikap terkait dana abadi migas secara kelembagaan DPRD Bojonegoro.

Diharapakan oleh Fraksi PDi Perjuangan DPRD Bojonegoro, dana abadi ini nanti akan menjadi nama dana abadi pendidikan, "jika memang Bupati Bojonegoro menyetujui dengan adanya draft dari Bupati yang berisi tentang dana abadi pendidikan maka PDI Perjuangan yang pertama akan menyetujui," Pungkasnya.

Namun disampaikan pula bahwa Soal dana abadi soyogyanya kalau pemerintah Kabupaten Bojonegoro sudah tidak punya tanggungan, baik tanggungan hutang maupun tanggungan pekerjaan pembangunan, namun pemerintah Bojonegoro masih banyak yang harus dilakukan.

Karena menurut Doni bahwa dana abadi migas merupakan dana yang beradal dari migas yang disisihkan untuk tabungan untuk kegiatan mendatang, akan tetapi menyisihkan anggaran atau menabung itu seyogyanya dilakukan apabila pemerintah tidak punya tanggungan baik tanggungan hutang atau proyek pembangunan.

"Sementara itu di Bojonegoro masih banyak yang harus dilakukan baik tunggakan proyek proyek pembangunan yang harus diselesaikan seperti masih banyaknya jalan rusak dan pembangunan lain yang belum selesai," Tutur Pria yang juga ketua Karang Taruna Kabupaten Bojonegoro ini. (Ang*)

No comments:
Write comments