Tuesday, April 25, 2017

Bayaran Pekerjaan Proyek Banyuurip Telat, Puluhan Kontraktor Lokal Ngadu Ke Polres Bojonegoro

    Tuesday, April 25, 2017  

Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com -  Puluhan kontraktor lokal hari ini Selasa tanggal 25 April 2017 Pukul 08.00 WIB. Mendatangi Kantor Mapolres Bojonegoro guna memediasi terkait adanya tunggakan pembayaran dari pihak PT Hutama Karya (HK), kontraktor proyek rekayasa, pengadaan dan konstruksi (Engineering, Procurement, and Constructions/EPC 5) Lapangan Banyuurip ExxonMobil Cepu Limitid (EMCL), dalam mediasi tersebut diikuti oleh 15 orang yang di mediatori  Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu Sri Bintoro terkait penyelesaian tunggakan tagihan Invoice yang belum di bayar oleh PT HK kepada Kontraktor lokal ini. Selasa (25/04/17).

Mediasi yang dipimpin lqngsung oleh Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu Sri Bintoro di ruang Parama Satwika Polres Bojonegoro. Dalam mediasi tersebut Kapolres Bojonegoro meminta kepada para kontraktor lokal untuk menyampaikan aspirasinya hal ini dimaksutkan untuk bahan pembahasan pada pertemuan selanjutnya.

"Mohon kiranya kontraktor Iokal menyampaikan kepada kami sebagai bahan tindak Ianjut, nanti akan kita bahas pada pertemuan selanjutnya," Kata Kapolres.

Dirinya berharap para kontraktor yang hadir pada mediasi hari ini untuk menyampaiakan fakta dilapangan sehingga pihak kepolisian punya gambaran berapa yang masih belum terbayar.

"Mohon dari sekarang secara lengkap
dibuatkan secara rinci termasuk invoice, dokumen pendukungnya sebagai bahan kita menyampaikan ke HK dan Exxon mobil", tambahnya.

Kapolres menghimbau agar isu kontraktor ini akan menganggu Kamtibmas. Ia meminta agar parakontraktor luar apakah sudah memberdayakan kontraktor Iokal.

"Semoga pertemuan sebagai titik awal komunikasi yang baik, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan,” Pungkasnya.

Sementara itu salah satu perwakilan kontraktor, Hadi dari PT Jawa Exspress, tunggakan yang belum dibayar oleh pihak HK pada perusahaan miliknya sebesar 1,5 miliar. Dia mengatakan selama ini pihaknya sudah mengirim surat beberapa kali namun tidak pernah digagas.

"Terakhir rapat di surabaya HK menjelaskan belum bisa membayar karena EMCL belum menyetujui," ujarnya.

Kondisi seperti ini sebenarnya sudah bagus dengan di jembatani oleh pihak Polres Bojonegoro dan semoga bisa diperoleh solusi, namun HK kembali tidak di respon sdikitpun.

"Untuk EMCL kami ucapkan trimakasih sehingga kami bisa menjadi kontraktor, tapi dengan kerjasama ini namun akhirnya kami diperdayai,” Ucap Sandoyo CV Mitra Kinasih.

Dalam mediasi tersebut, selain Kapolres, turut hadir Kalakhar Pamobvit AKBP Darsono, Kabag Ops Polres Bojonegoro Kompol Teguh Santoso, Kasat Reskrim AKP Sujarwanto, Kasat Sabhara AKP Syabain, Kasat Binmas AKP Sri
lsmawati, Kapolsek Gayam AKP Wiwin Rusli dan Perwira Pamobvit AKP Supardi

Sementara dari kontraktor Iokal antara Iain, Hadi dari PT Jawa Express, Sandoyo dari CV Mitra Kinasih, Widodo dari CV Maharani, Pujianto dari CV Maharani, Sugianto, Toko Air Minum, Tri Joko dari CV Jati Mas, Jaswadi dari CV Candra Kharisma, Gunawan pemilik Toko Awan Jaya, Yudiono dari CV Yogi Putra, Kamidin dari CV Prima Abadi dan Eko S dari CV SBS.

Sedangkan dari pihak EMCL diwakili oleh Rexy Mawardi Jaya, Dave A. Seta, Harry KD dan Teguh H., dan dari SKK Migas diwakili oleh Erwin A dan Singgih P.

Rexy Mawardi Jaya menambahkan, Kontrak EPC 5 adalah antara EMCL dan Rekin Hutama Karya (RH). EMCL tidak terlibat dalam kontrak antara RH dengan para sub-kontraktornya.

"Secara prinsip EMCL dan RH telah sepakat melakukan pembayaran atas nilai dan biaya yang ada dalam kontrak," ujarnya.

Tetapi, pembayaran atas nilai harga yang di luar komitmen kontrak awal yaitu yang termasuk dalam perubahan Iingkup kerja (PLK) belum dapat dipastikan, tergantung pada persetujuan penambahan anggaran dari SKK Migas.

"EMCL bersama SKK Migas terus berupaya untuk segera mendapatkan solusi tambahan anggaran. Kami menghimbau para sub-kontraktor untuk terus berkoordinasi dengan RH guna mencapai kesepakatan rencana pembayaran," pungkasnya. (Bim/red)

No comments:
Write comments