Friday, April 14, 2017

Berteriak Minta Tolong, Nenek Pikun Di Kepohbaru Akhirnya Meninggal Tenggelam

    Friday, April 14, 2017  

Reporter : Lina


suarabojonegoro.com -  Seorang nenek warga Desa Brangkal RT 011 RW 003 Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro bernama Warisih (80), pada Rabu (12/04/2017) sekira pukul 15.00 WIB kemarin sore, ditemukan tenggelam di sungai desa setempat.

Saat tenggelam, korban sempat berteriak minta tolong dan teriakan korban sempat didengar oleh anak korban, Ponijah, yang segera berusaha menolong korban. Namun saat korban berhasil dievakuasi, korban diketahui telah meninggal dunia.

Menurut keterangan Kapolsek Kepohbaru, AKP Yasimbang, yang dihimpun dari keterangan saksi Patkun (40) warga Desa Brangkal RT 027 RW 003 Kecamatan Kepohbaru dan saksi Samad (55) warga Desa Brangkal RT 011 RW 003 Kecamatan Kepohbaru, bahwa kronologi peristiwa tersebut bermula, pada Rabu (12/04/2017) sekira pukul 14.30 WIB, korban keluar dari rumahnya tanpa sepengetahuan anaknya Ponijah, yang tinggal berasama korban.

“Korban diketahui sudah pikun,” terang Kapolsek.

Kurang lebih pukul 15.00 WIB, anak korban, Ponijah, mendengar di sungai ada orang berteriak minta tolong lalu Ponijah secara spontan lari ke sungai dan mengetahui korban terapung di sungai dan segera mengangkat tubuh korban dari sungai.

“Korban sempat di berikan bantuan pernapasan buatan, namun ternyata koban sudah meninggal dunia,” lanjut Kapolsek.

Kapolsek menambahkan, setelah pihaknya menerima laporan, anggota segera menuju rumah korban guna melakukan identifikasi dan olah TKP. Sesampai di rumah duka, telah datang Kepala Desa dan Bidan Desa setempat serta kerabat korban dan para tetangga.

Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, diketahui panjang mayat 155 centimeter, kulit sawo matang, rambut beruban, memakai jarit warna coklat dan pakai kutang warna biru.

“Tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan dan korban meninggal murni akibat tenggelam,” imbuh Kapolsek.

Atas terjadinya peristiwa tersebut, ahli waris korban menerima sebagai musibah dan meminta untuk tidak dilakukan otopsi, yang dinyatakan dengan membuat surat pernyataan, disaksikan oleh perangkat desa setempat. Selanjutnya setelah dibuatkan berita-acara, jenazah korban diserahkan kepada ahli-warisnya untuk dimakamkan. (ina/lis)

No comments:
Write comments