Thursday, April 27, 2017

Bikin Nangis, Inilah Rintihan Warga Sekitar Pengeboran Minyak Banyuurip Blok Cepu

    Thursday, April 27, 2017  

Reporter: Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com -  Sebuah video yang dibuat oleh salah seorang warga sekitar pengeboran Lapangan Migas Banyuurip Blok cepu mendadak viral. Pasalnya, dalam video tersebut, pria yang diketahui memiliki nama Jaswadi asal Desa Ngraho Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro terlihat sambat, atas ketidak adilan selama ini yang diduga dilakukan oleh operator Lapangan Migas Banyuurip Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).

Video yang berdurasi sekitar 6 menit tersebut dibuat diunggah oleh akun Facebook bernama Gus Tony Ahmad yaitu di https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1058901100876451&id=100002697138953 dengan gambaran lokasi disekitar Lapangan Migas Banyuurip Blok Cepu. Terlihat pagar besi milik EMCL yang berdiri tegak. Serta jalan disamping pagar yang masih dihuruk menggunakan batu gunung.

Dalam video tersebut, Jaswadi mengawali videonya dengan memperkenalkan dirinya. Sambil melintir sebatang rokok buatanya sendiri (terwe/red), Jaswadi mulai mencurahkan isi hatinya dengan nada lirih mengharukan. Sebagai warga di ring satu daerah penghasil minyak dan gas, ia terlihat sangat sambat.

Ia mengaku merasa malu, ketika ditanya oleh warga luar Gayam. Pasalnya, tidak ada perubahan kesejahteraan yang signifikan yang dialami oleh warga di sekitar pengeboran migas.

"Kalau ditanya orang luar pasti gini, sampeyan cah endi mas?. Cah Gayam. Pasti cah luar bilang gini. Walah Gayam penak mas, enek exxonmobile, nduwe minyak, mesti penak mergawe bayarane akeh. Layo malah ngenyek. Padahal orang lokal hanya loro ati. Melihat orang luar kesini kendaraanya mobil. Sedangakan orang lokal ya masih gini aja. Ada exxon yo sama saja. Rokok yo masih buat sendiri (gelintir/red)," kata Jaswadi dalam video tersebut.

Jaswadi juga mengaku sangat kesal, ia menceritakan, dalam kesempatan perekrutan di bagian humas EMCL ada dugaan permainan ditubuh EMCL. Pasalnya, banyak orang-orang lokal yang dinilai mampu bekerja sebagai humas, namun nyatanya banyak orang luar Bojonegoro yang diterima.

"Mencoba daftar humas yo gagal. Tes satu kali yo gagal. Ketemu orang cantik di lift yo gagal. Lain waktu Ketemu cewek cantik tadi kok diterima. Layo ini perusahan minyak atau cari pramugari  perusahaan penerbangan gitu ya," sambatnya.

Dari kejadian  tersebut Ia menduga masih ada praktek nepotisme di tubuh EMCL. Mempunyai orang dalam masih terjadi.

Kekesalan Jaswadi semakin kuat, ketika ia mencoba membuat CV kontraktor. Semua prodesur telah ia lalui. Pelatihan-pelatihan telah ia ikuti. Namun ia hanya sebatas tahu caranya bekerja saja, tapi tidak dikasih pekerjaan.

"Kalau saingan dengan orang Jakarta ya kalah. Orang Deso. Dikasih caranya gak dikasih pekerjaan, sampek penceng yo kalah. Ujung-ujunge orang Jakarta. Dibohongi oleh Exxon," gerutunya.

Sambil menghirup rokoknya, ia melanjutkan keluh kesahnya itu. ia berharap, warga Gayam berontak dan meblokir aktivitas pengeboran migas.

"Semoga warga Gayam podo berontak aku tak ikut," katanya. (Wan/red).

No comments:
Write comments