Tuesday, April 18, 2017

Bojonegoro Kembali menjadi sasaran Study Benchmarking

    Tuesday, April 18, 2017  

Reporter : Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com -  Setelah jajaran Kejaksaan Agung Republik Indonesia yang beberapa waktu lalu melakukan study benchmarking.kali ini giliran Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta. Seperti hari ini sejumlah 40 peserta Diklat Kepemimpinan Tingkat IV angkatan III Tahun 2017.

Wirwawan Sugianto dari Bandiklat Daerah Istimewa Jogjakarta yang juga selaku ketua Rombongan menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak Pemkab Bojonegoro yang telah mengijinkan untuk melakukan study lapangan di Kabupaten Bojonegoro.

Benchmarking adalah melakukan kajian dan identifikasi mitra benchmarking dan menemukan kunci keunggulan mitra benchmarking kemudian diadopsi untuk diterapkan di wilayahnya.

"Dipilihnya Bojonegoro ini karena Kabupaten Bojonegoro telah mampu melakukan layanan public yang prima kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan bagi warganya," Terang Wirawan.

Benchmarking kali ini dilakukan selaama dua hari dan melakukan kajian dengan mitra benchmarking di Kabupaten Bojonegoro. Peserta diklat terdiri dari pejabat di Pemkot Jogjakarta, Kabupaten Bantul,Sleman,Kulonprogo serta dari Kabupaten Pati dan Kebumen.

Sementara itu Bupati Bojonegoro,Drs. H. Suyoto,MSi dalam sambutannya menyampaikan open data kontrak di Bojonegoro terbagi dalam tiga hal yakni kontrak politik, kontrak profesional yakni antara Bupati dengan SKPD dan kontrak bisnis antara SKPD dengan para penyedia jasa. Semua open data kontrak ini kita buka sehingga semua dapat mengakses.

Hal ini dilakukan dalam upaya mendukung perbaikan kualitas layanan kepada masyarakat dan membangun tata kelola.pemerintab yang baik.

"Beberapa inovasi  yang dilakukan antara lain Sistem Tanam dan Panen Tepat (Sistapat) yang didalamnya memuat ketersediaan air untuk pertanian, pupuk dan informasi lain yang ada kaitannya dengan pertanian," Katanya


Hal yang terbaru yang dilakukan adalah membuka layanan aduan selama 24 jam melalui radio dan medsos, dengan layanan ini maka aduan yang masuk melalui jejaring radio akan diteruskan ke bagian yang dituju. Disinilah bahwa layanan informasi kita buka selama 24 jam tanpa mengenal jarak dan waktu.

Masih dalam pengarahannya, Bupati dihadapan selurub peserta diklat bahwa pada esensinya tidak ada Kabupaten,Kecamatan maupun desa yang miskin .

"Justru yang terjadi adalah kabupaten,kecamatan dan desa yang salah urus.belum lagi pra syarat untuk miskin yang terpenuhi mulai letak daerah dan sejarah panjang kemiskinan yang terjadi di jaman dahulu. Karenanya Kabupaten Bojonegoro untu mengurangi angka kemiskinan di Bojonegoro dengan kerja tepat dan cepat untuk mewujudkan Wong Jonegoro sehat,cerdas dan bahagia," Terang Suyoto.

Oleh karenanya dalam.mengelola keuangan ini menganut asaz bahwa uang atau anggaran adalah mengatasi masalah yang ada di masyarakat
Dalam kesempatan ini Bupati memberikan bekal ilmu kepada seluruh peserta benchmarking agar menjadi aparatur yang handal dan sukses mengabdi untuk publik. Salah satunya adalah dengan menjelaskan perbedaan customers mentallity dan marketer mentallity. Jangan selalu berbicara tentang masa lalu.

"Agar menjadI handal kita harus memiliki sikap mental seorang pemenang jangan menjadi penonton apalagi komentator namun terjun menjadi seorang pemain," Pungkasnya. (wan/lis)

No comments:
Write comments