Sunday, April 16, 2017

Dekat Waduk Pacal, Petani Bawang Merah Sambat Air

    Sunday, April 16, 2017  

Reporter: Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com -  Sebagian besar petani bawang merah di wilayah Temayang Kabupaten Bojonegoro mengeluh minimnya ketersediaan air. Pasalnya, meskipun daerah tersebut dekat dengan waduk pacal, nyatanya ketersediaan air masih menjadi kendala utama.

Salah satu petani yang menggarap lahan di Desa Belun Kecamatan Temayang, Imam Khanafi mengatakan, yang menjadi kendala saat ini adalah sulitnya air yang sebelumnya diharapkan dari aliran waduk pacal.

"Kendala hama enggak seberapa soalnya hujan tidak datang. Masalahnya ya airnya kurang, harus diesel," katanya kepada suarabojonegoro.com, Minggu (16/4/17).

Padahal, lanjutnya, saat ini umur bawang merah baru mencapai 15 hari. Ada pula yang baru tanam. Kebutuhan air pada tanam sangat dibutuhkan. Diharapkan, daerah yang dekat dengan waduk tersebut segera mendapat penanganan khusus. Agar tanaman tidak kekurangan kebutuhan air.

"Saat ini baru umur 15 hari, ada juga yang baru tanam. Kita sebagai hulunya waduk pacal tapi tidak bisa memanfaatkan air dari waduk pacal," keluhnya.

Ia berharap, meski air dari waduk pacal tidak menjamin kebutuhan air pada tanaman bawag merah disekitar waduk, diharapkan hujan sedikit membantu petani setempat.

"Semoga masih ada hujan meski gak sering dan nanti waktu panen harganya tetap stabil," harpnya.

Hal senada dikatakan Imron. Petani bawang merah yang mengaku sudah menanam bibit bawang merah sebanyak 250 kilogram tersebut juga mengeluhkan ketersediaan air. (Wan/red).

No comments:
Write comments