Thursday, April 20, 2017

Diintimidasi ?, Pemudi Asal Gayam Ini Dicecar Pertanyaan

    Thursday, April 20, 2017  

Reporter: Iwan Zuhdi


suarabojonegoro.com -  Kedatangan dua pria kerumah Ketua Karang Taruna Desa Katur Kecamatan Gayam berbuntut panjang. Sittatun mengaku, usai kejadian, ia masih merasa shok.

Sejumlah pertanyaan disampaikan kepada Sittatun. Melalui nomor ponselnya, perempuan yang kini masih duduk di bangku perkuliahan itu dicecar sejumlah pertanyaan oleh oknum yang mengaku dari PEPC itu.

"Kemaren sampai pagi tadi (Kamis, 20/4/17) banyak pertanyaan yang disampaikan kesaya. Saya juga balik nanya juga," katanya kepada suarabojonegoro.com.

Kejadian itu bermula saat Sittatun dan warga setempat berencana memblokir jalan PUK Gayam yang melintas di desa setempat. Warga merasa geram atas kondisi jalan, dan pihak pelaksana proyek sipil lapangan gas Jambaran-Tiung Biru dinilai terkesan lamban, sehingga jalanya semakin rusak dan berdebu.

Namun, rencana pemblokiran tersebut gagal, ketika Sittatun akan melakukan koordinasi di balai desa tapi mendapat sms, jika ada dua orang yang ingin menemuinya dirumahnya, terkait pemblokiran jalan.

Usai pertemuan dirumahnya, Sitta sapaan akrabnya tak tinggal diam, ia mencoba bertanya, apakah dua pria yang kerumahnya itu benar-benar dari PEPC atau bukan. Berbagai pihak dihubungi, ternyata dua pria yang datang kerumah Sitta itu bukan pihak PEPC.

Kecurigaan Sittatun terbayar sudah, pemudi yang sangat energik itu sebelumnya juga mengaku curiga atas kedatangan dua pria kerumahnya. Muncul pertanyaan, ada motif apa dibalik kedatangan dua pria kerumahnya yang membicarakan terkait pemblokiran jalan.

Sitta mengaku, dua pria itu sempat mendokumentasikan pertemuan dirumahnya itu. Namun, ketika diminta fotonya itu salah satu pria itu hanya mengirim foto yang sudah di potong (crop-red), sehingga gambar pria tadi tidak kelihatan hanya terlihat foto Sitta saja.

Sitta semakin curiga dengan ulah pria itu. Ia pun mencoba menjawab pertanyaan demi pertanyaan yang disampikan pria itu melalui ponselnya. Ditengarai kedua pria yang mengaku dari PEPC itu merasa terusik, ketika melihat aksinya ada di media. (wan/red)

No comments:
Write comments