Sunday, April 23, 2017

Inilah Isi Deklarasi Serikat Media Siber Indonesia (SMSI)

    Sunday, April 23, 2017  

Reporter : --

suarabojonegoro.com -  Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) telah di Deklarasikan pada Senin 17 April 2014 lali, yang dihadiri para penguruS SMSI dari berbagai daerah di Jaya Suprana Institute, Mall Of Indonesia, Kelapa Gading, Jakarta.

Para pengurus daerah yang hadir antara lain dari Aceh, Banten, Sumatera Selatan dan Sumatera Barat. Turut hadir dalam acara itu adalah Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Margiono.

Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Umum SMSI, Teguh Santosa. Ia menyatakan, sebenarnya SMSI sudah berdiri sejak 21 Maret 2017.

"Teman-teman SMSI di daerah mendesak dengan sangat kuat hari ini juga diluncurkan SMSI yang sudah berdiri 21 Maret 2017, AD/ART sudah dinotariskan. Kami sedang susun kepengurusan di 27 provinsi. Kami temukan, masing-masing provinsi memiliki 20-35 media online," ujar Teguh.

Digelar juga acara diskusi bertema "Kekeliruan Kebebasan Kebablasan: Menyusun Disain Komunikasi Politik Yang Sehat". Mereka yang menjadi pembicara dalam diskusi adalah Deputi IV Kantor Staf Kepresidenan, Eko Sulistyo; pakar kelirumologi sekaligus tuan rumah, Jaya Suprana; dan analis politik KedaiKopi, Hendri Satrio.

Setelah diskusi yang berlangsung sekitar 2 jam, pembacaan deklarasi dilakukan. Jaya Suprana selaku salah satu anggota Dewan Penasihat SMSI diminta membacakan Deklarasi SMSI.

Berikut isinya:

Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa  

Bahwa kemerdekaan pers merupakan pilar yang dibutuhkan untuk menciptakan tatanan kehidupan demokratis demi terwujudnya masyarakat adil makmur dan sejahtera secara merata.  

Bahwa media massa yang profesional adalah syarat utama agar proses komunikasi dan pertukaran informasi di tengah masyarakat berlangsung baik dengan berorientasi pada kemajuan.  

Bahwa pertukaran gagasan dan pendapat di tengah masyarakat hanya bisa bermakna membangun bila dilakukan melalui media massa yang profesional dan dikelola oleh orang-orang yang profesional pula.  

Bahwa di tengah perkembangan teknologi informasi dan komunikasi kemerdekaan, pers menghadapi tantangan yang tidak ringan.  

Bahwa terjadi perubahan yang sangat signifikan terhadap lanskap ruang publik yang memungkin setiap individu mengakses informasi, dan menjadi sumber informasi. Ketergantungan masyarakat pada dunia siber semakin hari semakin tinggi.  

Bahwa diperlukan sebuah wadah untuk menghimpun perusahaan media siber di seluruh Indonesia. Wadah itu dapat digunakan sebagai sarana membangun media siber yang profesional.  

Bahwa atas pertimbangan-pertimbangan di atas didirikanlah sebuah organisasi untuk menghimpun perusahaan media siber dengan nama Serikat Media Siber Indonesia, dan disingkat SMSI.  

Jakarta, 21 Maret 2017 



Sumber : politik.rmol.co

No comments:
Write comments