Monday, April 3, 2017

Jalan Menuju Proyek J-TB Hanya Ditambal Sulam Saja?

    Monday, April 03, 2017  

Reporter: Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com -  Proses pembangunan jalan poros umum kecamatan (PUK) Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro dinilai sangat lambat. Hal tersebut mengakibatkan aktivitas pengguna jalan dan warga setempat sangat terganggu. Sempat muncul protes keras dari warga sekitar. Warga yang geram, menanam pohon pisang ditengah jalan. Hingga sempat ada rencana pemblokiran jalan secara besar-besaran.

Pembagunan jalan yang diketahui dikerjakan oleh PT Pembangunan Perumahan  (PT PP) tersebut kerap kali dikeluhkan oleh warga sekitar. Perusahaan kontraktor ber plat merah tersebut kerap kali terkesan menutup-nutupi informasi terkait progres pengerjaan yang dikerjakan. Tiap dikonfirmasi oleh suarabojonegoro.com mengenai progresnya, malah saling lempar. Seolah-olah tidak ada yang bisa dikutip untuk dijadikan berita sehingga kemudian bisa dikonsumsi oleh publik.

Tidak hanya dirasakan oleh media massa yang ada di Bojonegoro, PEPC selaku operator proyek J-TB saja mengaku sering kesusahan dalam hal koordinasi. Tersiar kabar, iklim kinerja PT PP di Bojonegoro mulai merosot. Banyak kendala yang ditemui.

Pengerjaan pembangunan sipil (Early Civil Work/ECW) merupakan tanggung jawab PT PP atas adanya proyek Unitisasi gas Jambaran Tiung-Biru di Bojonegoro. Saat ini, salah satu akses, yakni jalan menuju proyek gas yang berada di Desa Bandungrejo Kecamatan Ngasem tengah dalam proses pembangunan. Diharapkan perbaikan jalan tidak hanya ditambal sulam saja.

"Semoga semua ditambal. Tapi jangan ditambal saja. Maunya di aspal juga biar nggak cepat rusak lagi," kata Aris pemuda Desa Gayam.

Ia menegaskan, melihat adanya aktivitas kendaraan besar yang setiap harinya berlalu lalang melewati jalan PUK Gayam, seharusnya jalanya malah dibangun menggunakan cor beton. Agar semakin kuat.

"Setiap hari ada ratusan dump truk yang lewat. Kalau bisa dibangun menggunakan cor beton saja semua biar tambah sip," imbuh pemuda yang aktif di organisasi karang taruna ini.

Hal senada dikatakan oleh Sittatun. Perempuan asal Desa Katur Kecamatan Gayam ini merasa bersyukur setelah kritikanya ditanggepi oleh pihak terkait. Pasalnya, sebelumnya dengan kondisi jalan banyak yang berlubang,  membuat pemuda nomor satu di Katur ini sangat geram. Sebab, sudah banyak korban berjatuhan atas kondisi jalan tersebut.

"Alhamdulillah, jalanya sudah mulai diperbaiki," kata ketua karang taruna Desa Katur Kecamatan Gayam itu. (Wan/Red).

No comments:
Write comments