Thursday, April 13, 2017

LSM Pattiro Surakarta Gelar Pelatihan Penguatan Posyandu Mandiri

    Thursday, April 13, 2017  

Reporter: Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com -  ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bekerjasama dengan LSM Pattiro Surakarta menggelar Pelatihan Penguatan Posyandu Mandiri bertajuk “Motivasi Usaha dan Manajemen Pengelolaan Usaha Kelompok yang Baik, Efektif, dan Efisien” pada Kamis (13/4/2017). Pelatihan ini merupakan upaya revitalisasi posyandu untuk meningkatkan kemandirian dengan membentuk unit usaha sebagai sumber pendanaan kegiatan. Selain pelatihan, EMCL juga memberikan bantuan dana stimulan usaha sebesar hampir Rp.60 juta untuk 35 posyandu.
"Dana tersebut diharapkan mampu menjadi pemicu kader untuk memulai usaha dan mengembangkan posyandunya menjadi posyandu yang mandiri,” ucap program manager LSM Pattiro, Tohar Muchlasin.

Menurut Tohar, selama ini kegiatan posyandu hanya sebatas penimbangan dan imunisasi. Padahal, lanjut dia, posyandu merupakan ujung tombak kesehatan balita yang bersifat komprehensif dan mencakup semua aspek.

"Kami melihat, kelemahannya ada pada aspek pendukung kegiatan, terutama pendanaan," ujarnya.

Tohar menjelaskan, kegiatan ini sudah dilaksanakan sejak 30 Maret lalu di tujuh klaster yang meliputi seluruh desa di Kecamatan Gayam. Setiap pertemuan dihadiri puluhan kader dari setiap desa. Mereka membahas motivasi kewirausahaan dan manajemen usaha demi menunjang terciptanya posyandu yang mandiri.

"Ada beberapa jenis usaha yang akan dijalankan oleh para kader, diantaranya usaha budidaya jamur tiram, ternak ayam,  ternak lele, dan simpan pinjam," pungkasnya.

Ketua Pokja 4 PKK Kecamatan Gayam, Eni menyampaikan apresiasi atas dukungan dari EMCL dan Pattiro Surakarta yang telah mengembangkan usaha mandiri posyandu di kecamatan Gayam. Ketua bidang promosi kesehatan Puskesmas Gayam tersebut juga menegaskan dalam pengelolaan keuangan usaha kelompok yang terpenting itu harus ulet, telaten, dan transparan agar tidak muncul kecemburuan antar anggota.

“Jadi, posyandu tidak lagi hanya menunggu bantuan-bantuan dan APBDes tapi juga dapat mebiayai kegiatannya sendiri dari usahanya dan dana sosial masyarakat," ucapnya.

Mewakili para kader, Eni juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada EMCL atas bantuan data stimulan untuk pengembangan usaha posyandu. Kata dia, para kader optimis dengan program ini.

"Terimakasih kasih kami sampaikan kepada EMCL telah membantu untuk mengembangkan posyandunya. Semoga bermanfaat dan berkah," imbuhnya.

Sementara itu, perwakilan EMCL Galih Tiara menegaskan bahwa program ini merupakan komitmen EMCL dalam pengembangan kesehatan masyarakat. Dukungan ini, ungkap dia, merupakan bagian dari upaya menumbuhkan kesadaran kesehatan ibu dan anak di masyarakat.

"Kami bersama pemerintah  melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat, khususnya sektor kesehatan," pungkasnya. (Wan/Lis).

No comments:
Write comments