Tuesday, April 25, 2017

Meski Ada Proses Hukum Perlawanan, Go Kian An Jelaskan Tidak Bisa Membatalkan Eksekusi

    Tuesday, April 25, 2017  

Reporter : Sasmito Anggoro


suarabojonegoro.com -  Adanya persidangan Perlawanan Dari Umat TITD (Tempat Ibadah Tri Dharma) yang diwakili kuasa hukum Pelawan Mochamad Mansur SH, terhadap Terlawan I Go Kian An, Dan Terlawan II Tan Tjien Hwat yaitu dengan agenda mendengarkan pembacaan perlawanan dari para pelawan yaitu Umat TITD Hok Swie Bio yang diwakili Mochamad Mansur selaku kuasa hukum. Selasa (24/4/17).

Meskipun ada perlawanan oleh kelompok yang mengatasnamakan Umat TITD Hok Swie Bio, Go Kian An tetap bersiteguh terhadap Putusan Hukum Tetap dari Mahkamah Agung  Republik Indonesia dengan putusan Nomor 2746K/PDT/2015, yang sudah turun di Pengadilan Negeri (PN).

"Semua mediasi sudah batal, sesuai dengan putusan hukum MA mau melawan atau bagaimanapun tidak akan bisa menangguhkan eksekusi," Jelas Go Kian An usai Sidang pembacaan perlawanan dari Pelawan.

Untuk pelaksanaan eksekusi yang menunggu dari kesiapan pengamanan dari Polres Bojonegoro, sampai saat ini pihak pengadilan masih menunggu, dan harapnya eksekusi harus dilakukan.

"Jika terjadi proses hukum selanjutnya menangguhkan eksekusi saja tidak bisa apa lagi membatalkan," Tambah Go Kian An.

Dikatakan juga bahwa Jika membaca dalil dalil, perlawanan yang diajukan oleh pelawan di Pengadilan Negeri Bojonegork ada indikasi untuk menunda eksekusi, karena semua proses hukum hingga sampai eksekusi sudah dimulai sejak lama dan putusan ikrah dari MA adalah putusan Eksekusi.

Disampaikan oleh Go Kian An, bahwa sebelumnya PN Bojonegoro telah menerima Putusan Kasasi dari MA dan intinya PN untuk melaksanakan Putusan tersebut, dan pihak Go Kian An sudan menunggu langkah proses hukum yang harus dilakukan oleh PN Bojonegoro.

"Umat juga sudah ada yang menunggu tindak lanjut dari putusan MA tersebut untuk dilakukan eksekusi," Tambahnya.

Dalam petikan putusan MA juga dijelaskan bahwa MA menolak permohonan kasasi dari para pemohon kasasi sebanyak 5 orang, Diantaranya adalah Tan Tjien Hwat, dan 4 orang lainnya dan yayasan Harapan Sinar Bahagia Bojonegoro.

Go kian An juga menyampaikan bahwa dalam putusan tersebut juga dijelaskan bahwa sampai saat ini para tergugat masih menguasai aset milik TITD (Tempat Ibadah Tri Dharma) Klenteng Hok Swei Bio Bojonegoro. Dan harus dilakukan eksekusi guna menyelesaikan semua persoalan kepengurusan TITD ini. (Ang*)

No comments:
Write comments