Sunday, April 2, 2017

Pagelaran Wayang Kulit Lakon Srikandi Krido Wujud Patriotisme Perempuan

    Sunday, April 02, 2017  

Reporter Bima Rahmat

suarabojonegoro.com -  Pagelaran wayang kulit yang digelar di Desa Telogoagung Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro malam hari kemarin (01/04/17) mendapatkan antusias masyarakat baik dalm Kota maupun luar Kota Bojonegoro. Pagelaran wayang kulit dengan dalang Ki Sigit Arianto dari Rembang Jawa Tengah ini mengambil lakon Srikandi Krido. Dimana diceritakan dalam pagelaran tersebut bahwa dalam kehidupan berbangsa bernegara harus melibatkan seluruh elemen masyarakat termasuk wanita. Minggu (02/04/17).

"Kisah yang diangkat kali ini mengambarkan peran wanita dalam kehidupan berbangsa dan bernegara", kata Ki Sigit Arianto pada media suarabojonegoro.com.

Dengan diiringi musik tradisional Gamelan KI Sigit sapaan dalang muda ini dengan lincah memainkan wayang kulit tersebut. Inti dari cerita tersebut adalah dimana Dewi Srikandi sangat gemar dalam olah keprajuritan dan mahir dalam mempergunakan senjata panah. Kepandaiannya tersebut didapatnya ketika ia berguru pada Arjuna, yang kemudian menjadi suaminya. Dalam perkawinan tersebut ia tidak memperoleh seorang putra.

Dewi Srikandi menjadi suri teladan prajurit wanita. Ia bertindak sebagai penanggung jawab keselamatan dan keamanan kesatrian Madukara dengan segala isinya. Dalam perang Bharatayuddha, Dewi Srikandi tampil sebagai senapati perang Pandawa menggantikan Resi Seta, kesatria Wirata yang telah gugur untuk menghadapi Bisma, senapati agung
Balatentara Kurawa.

Dengan panah Harusangkali, Dewi Srikandi dapat menewaskan Bisma, sesuai kutukan Dewi Amba, putri Prabu Darmahambara, raja Negara Giyantipura, yang dendam kepada  Bisma. Dalam akhir riwayat Dewi Srikandi diceriterakan bahwa ia tewas dibunuh Aswatama yang menyelundup masuk ke keraton Hastinapura setelah berakhirnya perang Bharatayuddha.

Sementara itu Abdullah Umar selaku tuan rumah dan sekaligus penyelenggara menyatakan, dengan penyelenggaraan wayang kulit ini akan mampu menumbuhkan rasa cinta pada seni dan budaya warisan luhur khususnya wayang kulit.

"Semoga dengan kegiatan pagelaran wayang kulit ini mampu menumbuhkan rasa cinta pada seni dan budaya luhur kita", pungkasnya. (Bim/red).

No comments:
Write comments