Tuesday, April 18, 2017

Pengrajin di Blok Cepu Dilatih Pengembangan Produk Kerajinan

    Tuesday, April 18, 2017  

Reporter: Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com -  Operator minyak dan gas bumi Lapangan Banyu Urip, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) menyelenggarakan pelatihan Pengembangan Produk Kerajinan di aula gedung karang taruna Desa Gayam, pada Selasa (18/4/2017). Difasilitasi LSM ACE, pelatihan tersebut melibatkan para pelaku berbagai kerajinan dari desa-desa Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

"Hari ini peserta dilatih bagaimana meningkatkan daya jual sebuah produk kerajinan," ungkap perwakilan LSM ACE, Titik Hartini.

Menurut Titik, Berdasarkan hasil survey yang dilakukan LSM ACE, diperoleh bahwa hampir semua perajin responden memiliki beberapa kelemahan yang sama. Salah satunya mereka masih lemah dalam keterampilan membuat variasi produk.

"Untuk mengatasi kelemahan tersebut maka perlu adanya peningkatan keterampilan membuat variasi produk yang sesuai dengan permintaan dan kebutuhan pasar melalui pelatihan pengembangan produk," imbuhnya.

Dalam jangka pendek, kata Titik, akan dilakukan Pelatihan Pengembangan Produk sebagai tindak lanjut survey.   dengan memilih 2 macam kelompok produk dari  14 macam produk yang ada di lokasi survey. "Nah, pada pelatihan kali ini kita ambil kelompok produk flanel dan kain perca," tuturnya.

Pemilihan dua macam kelompok produk tersebut, lanjut Titik, didasarkan pada beberapa kriteria. Antara lain memiliki potensi pasar, minimal pasar lokal. Selain itu, terdapat minimal tiga orang yang memiliki keterampilan produk tersebut, dan Sesuai dengan kemampuan Pekerti (desainer) dalam jangka waktu pendek terkait untuk menghasilkan desain produk baru.

"Para peserta mendapat pelatihan untuk membuat produk kerajinan kain flannel dan kain perca berupa dompet, gantungan kunci, tas dan lain sebagainya," kata dia.

Pelatihan ini dilaksanakan oleh LSM ACE sejak kemarin (17/4/2017) dan akan berakhir hingga Kamis (20/4/2017) mendatang.

Perwakilan EMCL, Almaliki Ukay Subqy mengakan, pelatihan pengembangan produk kerajinan ini merupakan bentuk komitmen industri hulu migas di Lapangan Banyu Urip untuk membantu pemerinUrip dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.

Dengan kegiatan ini diharapkan peserta mampu meningkatkan kualitas dan kapasitas produk dengan membuat produk-produk baru atau produk adaptasi sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pasar.

"Bekal pengalaman, lalu diasah oleh para ahli, saya optimis akan menghasiklan produk unggulan yang diminati pasar. Dan tentunya dengan demikian bisa meningkatkan taraf ekonomi masyarakat," pungkasnya. (wan/lis).

No comments:
Write comments