Sunday, April 9, 2017

Perwakilan Penggerak Perempuan se Bojonegoro Dilatih Kepemimpinan Selama 4 Hari

    Sunday, April 09, 2017  

Reporter: Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com -  Puluhan perempuan dari 11 desa di Kabupaten Bojonegoro mengikuti pelatihan kepemimpinan dan manajemen dari alumni Global Woman In Management (GWIM).

Para perempuan yang dipilih sebagai pemimpin dan penggerak perempuan tersebut mendapat pelatihan intensif selama tiga hari sejak Kamis hingga hari ini (6-9/4/2017) di gedung Pusat Belajar Guru (PBG) Bojonegoro.

"Hari ini kita tutup dengan motivasi-motivasi dan suntikan semangat agar jiwa kepemimpinan yang tertanam semakin kuat dan mengakar di masyarakat," ujar Thilma Komaling, alumni GWIM Indonesia sekaligus koordinator program.

Menurut Thilma, perempuan harus berdaya dan memberi arti lebih daripada hanya sebagai ibu. Bagi perempuan asal Aceh tersebut, pengalamannya mengikuti pelatihan di Washington DC dalam program GWIM 2014 lalu telah memperluas wawasan dan jaringannya.

Tidak hanya itu, kini dia menyadari betapa penting menanamkan kepedulian terhadap sesama perempuan. "Ilmu dan pengalaman ini saya tularkan ke perempuan-perempuan Bojonegoro yang memiliki visi yang sama dan telah berbuat sesuatu bagi lingkungannya," ucap Thilma menggebu.

Program Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Unggulan merupakan program yang diprakarsai ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) yang bermitra dengan LSM Teras Mitra.

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk transfer ilmu dari perempuan-perempuan pilihan yang telah mengikuti program GWIM.

"Kan tidak semua bisa ikut di pelatihan GWIM karena keterbatasan kuota, jadi yang belum dan berpotensi dilatih oleh yang sudah pernah," ujar perwakilan EMCL Wahyu Sadewo.

Wahyu menjelaskan, GWIM sendiri adalah program pengembangan empat minggu untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan kaum perempuan yang diprakarsai oleh Plan International USA dengan dukungan penuh dari ExxonMobil Foundation.

GWIM merupakan bagian dari prakarsa Women’s Economic Opportunity Initiative (WEOI) yang diluncurkan ExxonMobil Foundation sejak tahun 2005 untuk pemberdayaan perempuan di berbagai belahan dunia. Tahun lalu, Indonesia mendapat kehormatan untuk menjadi tuan rumah program GWIM ke-64.

Sejak tahun 2005, program GWIM telah memberikan pelatihan secara intensif bagi 38 pemimpin perempuan Indonesia. Lewat program GWIM, para alumni kemudian mengaplikasikan ilmu yang didapat untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam kewirausahaan dan organisasi.

Selain program GWIM, ExxonMobil Indonesia sebagai operator migas Blok Cepu, juga telah mendukung berbagai program pengembangan ekonomi perempuan. Diantaranya adalah program pembiayaan mikro sebagai sarana membangun kewirausahaan, terutama bagi kaum perempuan. Lebih dari 26.000 anggota masyarakat, di Kabupaten Aceh Utara, Majene, Donggala, Bojonegoro, Blora dan Tuban, telah mendapatkan manfaat dari program ini. Sebesar lebih dari US$10 juta dana bergulir dengan tingkat pengembalian pinjaman yang hampir mencapai 100 persen telah dicapai dari program ini.

Sejak tahun 2010, untuk meningkatkan jumlah pengusaha perempuan di Bojonegoro dan Tuban, sebanyak 100 perempuan telah diberikan pelatihan kewirausahaan. Melalui pembentukan usaha dengan teknologi tepat guna, mereka memasarkan sendiri produk ramah lingkungan salah satu di antaranya adalah Kompor Biomassa yang menggunakan bahan bakar antara lain serpihan kayu dan potongan kayu, tongkol jagung, serta daun atau residu tanaman, di mana penggunaannya dapat menghemat hingga 80 persen bahan bakar dari kompor bata tradisional.

Kemudian mulai tahun 2015, bimbingan pelatihan kewirausahaan diberikan kepada berbagai kelompok bidang usaha di Bojonegoro, salah satunya adalah usaha ternak kroto (telur dari semut rangrang). Lewat usaha ini, para anggota perempuan dari kelompok usaha dapat memanen sekitar 2 kilogram kroto per bulannya yang sekarang dihargai Rp 400.000 per kilogram. (Wan/lis)

No comments:
Write comments