Friday, April 21, 2017

Rizka Surya Permata, Perempuan Bojonegoro, Bekerja di Perusahaan Migas

    Friday, April 21, 2017  

Reporter: Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com -  Rizka Surya Permata, perempuan asli kelahiran Bojonegoro ini dididik dan dibesarkan di Bojonegoro. Dunia pendidikannya semasa kecil diawali di Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ditekuninya di Bojonegoro.

Tak disangka, perempuan yang dulu bersekolah di SDN Kadipaten 1 Bojonegoro, kemudian di SMPN  1 Bojonegoro, dan SMAN 4 Bojonegoro itu kini sukses dan mampu bekerja dibidang Minyak dan Gas Bumi Migas).

Berbekal pelajaran dan pengalaman yang juga ia tekuni di Kampus Universitas Diponegoro Semarang, dengan mengambil jurusan kimia, usai menempuh bangku S1 ia yakinkan melamar di perusahaan Minyak dan gas bumi (Migas) ternama di Indonesia, yakni Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC).

Prestasi Rizka sapaan akrab perempuan berhijab itu memang sudah terlihat. Terutama saat ia masih di bangku SMA. Rizka dimasa SMA pernah menjabat sebagai ketua Osis. Tak hanya itu, seemasa kuliahan, prestasi membanggakan juga sempat diraihnya kala itu. Lulusan Undip Semarang tahun 2013 ini pernah menyabet prestasi sebagai Mahasiswa Berprestasi pada tahun 2012.

"Prestasi yang pernah saya dapat semasa kuliah adalah menjadi Mahasiswa Berprestasi pada tahun 2012 dan salah satu penelitian berkelompok yang pernah mendapatkan reward adalah tentang pemanfaatan limbah kacang tanah sebagai zat aditif penambah angka oktan pada bensin," kata perempuan yang memiliki senyuman manis itu.

Diceritakan, selepas menyelesaikan bangku kuliah S1 ditahun 2013, Rizka menyakinkan dirinya melamar di perusahaan Minyak dan gas bumi milik negara. "Saya mendapatkan kesempatan bergabung disalah satu perusahaan migas negara. Tahun 2016 saya bergabung di PT. Pertamina EP Cepu," ujarnya menyatakan.

Berbeda dengan karyawan lainya, Rizka diterima di PEPC bukan untuk terjun langsung mengoperasikan proyek pemboran, melainkan untuk memastikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) seluruh karyawan di lapangan.

"Saya bergabung di departemen HSE (Health Safety and Environment), salah satu fungsi perusahaan yang memprioritaskan aspek K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) untuk seluruh personel yang bekerja di area kerja tersebut," paparnya.

Menurutnya, ada hal berbeda yang ia temui di perusahaan migas yaitu, beratnya meninggalkan keluarga di rumah dalam jangka waktu yang cukup lama. Karyawan memiliki schedule masuk dan libur dengan durasi tertentu (Misalnya 2 minggu masuk selanjutnya 1 minggu libur atau 6 minggu masuk dan 1 minggu libur).

"Kedua, bahaya pekerjaan dengan resiko yang lebih tinggi. Berbagai incident mungkin dapat terjadi di lapangan. Terpeleset, mungkin merupakan minor incident, tetapi akan berbeda ketika terpeleset di dekat area galian yang memiliki potensi gas H2S (asam sulfide) atau terpeleset di area yang banyak memiliki material tajam," jelasnya.

Untuk meminimalkan potensi bahaya tersebut, lanjutnya, karyawan yang bekerja di lapangan wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Beberapa APD yang mandatory digunakan adalah sarung tangan, safety shoes, baju berlengan atau coverall (untuk beberapa tipe pekerjaan tertentu), dan helm.

"Untuk karyawan yang memliki aktivitas pekerjaan di ketinggian, juga diwajibkan menggunakan Full Body Harness untuk melindungi karyawan tersebut dari potensi tergelincir atau jatuh dari atas ketinggian. Adanya standarisasi dan aturan keselamatan tersebut wajib dipatuhi oleh seluruh karyawan," kata perempuan ramah ini.

Rizka menambahkan, selain banyak teman dari beberapa daerah dan dari negara lain, banyak pula ilmu tambahan yang ia peroleh selama bekerja di perusahaan migas.

"Awalnya kita akan diberi gambaran tentang area kerja kita dan potensi-potensi bahaya di sekitar area kerja kita, kita akan sering mendapatkan pelatihan mengidentifikasi bahaya, pelatihan bekerja di ketinggian, pelatihan berkendara yang aman, pelatihan menangani keadaan darurat, pelatihan tindakan pertolongan pertama ketika ada kecelakaan, pelatihan bekerja di area terbatas (confined space), pelatihan penanganan bahan kimia danmaterial berbahaya, cara membedakan dan menangani limbah dan lain-lain," jelasnya.

Ia berpesan kepada putra putri asli Kabupaten Bojonegoro agar terus belajar. Ia mengajak generasi penerus asal Bojonegoro agar bersama-sama untuk bersemangat mengharumkan nama Bojonegoro, terutama dibidang Migas.

"Semoga akan semakin banyak putra dan putri Bojonegoro yang ikut bergabung dan mengabdikan diri di perusahaan migas Bojonegoro,". (wan/red/lis).

No comments:
Write comments