Monday, April 17, 2017

SKK Migas Harap April BUMD Pertamina Sudah Kerjasama Kelola Sumur Tua

    Monday, April 17, 2017  

Reporter : Nella Rachma

suarabojonegoro.com -  Satuan Kerja Khusus Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) berharap pada akhir April 2017 seluruh tahapan pelaksanaan proses legalitas pengelolaan sumur minyak tua oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro PT Bojonegoro Bangun Sarana sudah rampung. Senin 17/04/2017

"Semoga April sudah selesai," kata Kepala SKK Migas Jabanusa, Ali Mahsyar saat ditanya target penyelesaian legalitas pengelolaan sumur minyak tua Wonocolo oleh BUMD Bojonegoro.

Menurutnya, pihaknya berharap BUMD bisa mengelola dengan baik dengan bisa meminimalisir kegiatan ilegal yang ada dilapangan dan yang terpenting tidak meninggalkan masyarakat asli yang sudah lama mencari rezeki dari kegiatan pertambangan peninggalan belanda tersebut.

"Sebeneranya pemerintah tidak berharap untung dari kegiatan tersebut karena yang terpenting adalah dari kegiatan tersebut bermanfaat kepada masyarakat," harapnya.

Ali juga menceritakan jika sesuai Permen ESDM No 1 Tahun 2008 bahwa pengelolaa  sumur minyak tua hanya bisa dikelola oleh KUD atau BUMD. Sebelumnya Pertamina juga melakukan kerjasama pengelolaan sumur tua dengan 3 KUD namun seiring berjalannya waktu KUD menjadi nakal dan mengambil hak masyarakat sehingga Pertamina memutus kontrak kerja dengan KUD dan beralih bekerjasama langsung dengan penambang dinamakan paguyuban penambang (tidak sesuai Permen ESDM) dan saat ini pihak Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melaui BUMD siap mengelola sumur minyak tua.

Seperti yang diketahui, saat ini BUMD Bojonegoro masih dalam tahap proses melakukan perjanjian kerja sama pengelolaan 540 sumur tua Wonocolo yang tersebar di sumur Ngrayung, sumur Dangilo dan sumur Wonocolo dengan Pertamina EP Asset 4 Field Cepu.

Untuk sementara sambil menunggu BUMD selesai melakukan kontrak kerja sama dengan Pertamina, dalam masa transisi saat ini penambang baik di wilayah Kawengan mauoun Wonocolo tetap bekerja dan malakukan pengiriman minyak melewati KUD yang sebelumnya sempat diputus kontrak oleh Pertamina karena kenakalannya.

Sedangkan KUD sendiri sebenenarnya masih memiliki kontrak 5 sumur di wilayah Kawengan bukan di wilayah Wonocolo namun dalam masa transisi diperbolehkan menerima minyak dari luar sumur kontrak karena masa transisi saat ini penambang juga tetap harus bekerja. (ney/red)

No comments:
Write comments