Thursday, April 20, 2017

Tak Kuasa Menahan Sakit, Seorang Warga Nekat Gantung Diri

    Thursday, April 20, 2017  

Reporter : Nella Rachma

suarabojonegoro.com -  Sugiman (60), warga Dusun Canjang RT 005 RW 002 Desa Sumberbendo Kecamatan Bubulan Kabu Bojonegoro, pada Kamis (20/04/2017) sekira pukul 09.00 WIB pagi tadi, diketahui meninggal dunia dengan cara gantung diri. Diduga kakek tersebut nekat mengakhiri hidupnya dikarenakan korban merasa putus asa akibat menderita sakit prostat yang tidak kunjung sembuh dan korban merasa rindu kepada kedua anaknya yang saat ini tinggal di luar kota.

Menurut keterangan Kapolsek Bubulan, AKP Supadji, yang dihimpun dari keterangan saks-saksi, bahwa pada Kamis sekira pukul 07.30 WIN, istri korban yang bernama Karsinem (65), berpamitan kepada korban untuk berangkat ke tegal miliknya, yang berjarak sekitar 300 meter dari rumah korban.

“Saat istrinya berpamitan, korban masih berada di rumah,” terang Kapolsek.

Kemudian sekira pukul 09.00 WIB, tetangga korban yang bernama Sutarjo (59), melewati pekarangan rumah korban dan mengetahui korban telah gantung diri di pohon kayu jati yang berada di pekarangan rumah korban. Mengetahui kejadian tersebut, saksi berteriak memberitahukan kepada warga sekitar, kemudian memberitahu kepada kepala desa setempat.

“Selanjutnya, Kepala Desa Sumberbendo melaporkan peristiwa tersebut pada Polsek Bubulan. ,” lanjut Kapolsek.

Setelah menerima laporan tersebut, anggota Polsek Bubulan segera mendatangi rumah korban, guna melakukan oleh TKP dan melakukan identifikasi terhadap korban, bersama Muspika dan petugas dari Puskesmas Bubulan.

AKP Supadji menerangkan, berdasarkan pemeriksaan luar, panjang mayat 176 centimeter, pada leher korban terdapat bekas jerat sedalam 1 centimeter, tulang tenggotokan patah dan tidak di temukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan. Sedangkan saat ditemukan, korban memakai baju batik warna coklat dan sarung kotak-kotak warna biru.

“Korban dipastikan meninggal dunia karena gantung diri dan pada bagian lain tubuh korban tidak terdapat bekas penganiayaan,” terang AKP Supadji.

Dalam peristiwa ini, keluarga korban telah menerima sebagai musibah, dan keluarga tidak bersedia dilakukan otopsi yang dinyatakan dengan surat pernyataan, tidak akan menuntut siapaun atas peristiwa tersebut.

Selanjutnya dengan disaksikan Muspikda dan perangkat desa setempat serta warga desa setempat, jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. (ney/lis)

No comments:
Write comments