Thursday, April 13, 2017

Usai Blokir Jalan Menuju J-TB, Warga Sepakati Beberapa Hal, Ini Hasilnya

    Thursday, April 13, 2017  

Reporter: Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com -  Aksi pemblokiran jalan yang dilakukan oleh warga Desa/Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro tadi pagi, Rabu (12/4/17) sempat tegang. Semua kendaraan yang berkepentingan atas mega proyek J-TB diberhentikan oleh warga. Kegeraman warga mulai pagi tadi sekira pukul 09.30 WIB semakin memuncak, sebab dinilai, kondisi jalan yang sudah rusak tidak kunjung diperhatikan oleh pihak terkait.

Puluhan kendaraan dum truck berjejer rapi dibahu jalan. Mulai dari depan balaidesa Gayam hingga mencapai perbatasan Desa Katur Kecamatan Gayam.

Ada beberapa poin yang menjadi tuntutan warga setempat. Perusahaan PT PP yang notabenya berplat merah tersebut harus memperhatikan beberapa hal seperti, pekerjaan pengaspalan, debu akibat pengiriman material, pengaturan traffic pengiriman material, penyediaan flagman, serta pemeliharaan jalan yang berlubang

Namun, menjelang siang hari warga sedikit lega, setelah beberapa pihak terkait menemui warga dan menggelar diskusi di Balaidesa Gayam, seperti pihak PEPC selaku operator proyek J-TB, pihak PT Pembangunan Perumahan (PT PP) selaku operator proyek Early Civil Work (ECW/J-TB), Muspika Gayam, Pemdes Gayam, Pemdes Katur, perwakilan masyarakat Gayam, serta perwakilan karang taruna Desa Gayam.

Setelah melalui diskusi hampir sekitar 3 jam, ada beberapa poin yang telah disetujui.

Dari data yang dihimpun suarabojonegoro.com menyebutkan, PT PP selaku penanggung jawab proyek ECW menyatakan, akan melakukan pengaturan pengiriman material pada hari pasaran wage dan pahing yang akan diberlakukan oleh pihak suppliyer PT Sido Mulyo Bayu Aji, PT PP akan menambah unit pengiriman air dengan memanfaatkan konten lokal setempat, dan PT PP siap apabila dilakukan pertemuan lebih lanjut dengan PT PP dan PEPC.

Kemudian, pihak PEPC pada kesempatan itu merespon dengan beberapa hal, yakni akan menyampaikan kepada pihak managemenya terkait pertemuan lebih lanjut tersebut setidaknya pada hari Jum'at sudah ada informasi lebih lanjut.

Kesepakatan tersebut ditulis diatas kertas putih dan disertakan tanda tangan dari beberapa pihak yang hadir. Diharapkan dari kesepakatan tersebut ada tindak lanjut yang jelas dari PT PP maupun PEPC.

"Harapanya perusahaan cepat action dan tidak main pimpong lagi (lempar-lempar tanggung jawab)," kata warga setempat Siswanto. (wan/red).

No comments:
Write comments