Monday, May 15, 2017

Aliansi OKP Bojonegoro Minta PNS Tergabung Dalam HTI Dipecat

    Monday, May 15, 2017  

Reporter : Nella Rachma

suarabojonegoro.com -  Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda (OKP) Bojonegoro menanggapi terkait adanya sebagian dari anggota Hisbut Tahrir Indonesia (HTI) di Bojonegoro yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Menurutnya saat pemerintah sudah resmi membubarkan HTI maka intansi terkait harus beetindak tegas terkait itu. Senin 15/05/2017

Ketua Banser Bojonegoro M Musthofa menyampaikan jika sudah ada keputusan resmi HTI dibubarkan maka pihaknya akan mengirim surat langsung kepada instansi tempat anggota HTI dari PNS bekerja untuk memberi sanksi tegas.

"Pemerintah harus tegas memecat, dia (PNS HTI) harus bisa memilih antara HTI atau PNS," tegasnya.

Pria yang merupakan dosen di perguruan tinggi swasta di Bojonegoro ini juga mengatakan dari data yang dimilikinya bahwa di Bojonegoro ada sekitar 1000 orang yang tergabung dalam Hisbut Tahrir Indonesia , 40% diantaranya merupakan Pegawai Negeri Sipil.

Sementar itu, angggota DPRD Bojonegoro fraksi PDIP Donny Bayu Setiawan menyampaikan jika nanti sudah ada keputusan resmi pengadilan mengenai pembubaran HTI maka terkait hal terswbut perlu ada teguran dari atasan (pembina PNS) karena bahwa ideologi HTI bertentangan dengan Pancasila sehingga perlu ada tindakan dari pemerintah. Apalagi PNS yang menjadi anggota HTI adalah seorang guru, maka dikhawatirkan akan melakukan indoktrinasi kepada murid dan hal ini tidak bagus bagi penanaman nasionalisme dan kebhinekaan.

" yang terpenting juga adalah perlu ada data yg jelas mengenai struktur maupun anggota HTI supaya nanti Pemerintah Daerah bisa menyiapkan langkah-langkah berdasarkan data yang ada ," tegas anggota komisi A DPRD Bojonegoro ini. (ney/lis)

No comments:
Write comments