Monday, May 8, 2017

Belum Ada Tambang yang Legal, PEPC Disarankan Ambil Dari Luar Daerah

    Monday, May 08, 2017  

Reporter: Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com -  Rencana pengerjaan mega proyek Engineering, Procurement, and Construction Gas Processing Facility (EPC GPF) Unitisasi Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB) di Bojonegoro membuat Pemkab Bojonegoro berpesan kepada Pertamina EP Cepu (PEPC) selaku kontraktor proyek, agar membeli material proyek dari luar daerah, sebab di Bojonegoro belum ada lokasi tambang satupun yang legal (berizin).

Pasalnya, Pemkab Bojonegoro menilai, mega proyek tersebut sangat membutuhkan banyak material bangunan, seperti pasir, tanah urug, dan batu. Sehingga, sementara harus membeli material dari lokasi yang sudah berizin (legal).

"Kami pernah menyarankan kepada PEPC untuk mencari material di luar daerah. Sebab, di Bojonegoro belum ada yang berizin," kata Dedy Kurniawan selaku Kasubag sumberdaya alam Bagian SDA Pemkab Bojonegoro saat ditemui diruanganya. Senin (8/5/17).

Ia juga mengatakan, di Bojonegoro baru ada 3 lokasi tambang yang diberi rekom oleh Bupati Bojonegoro. Namun, itu pun belum selesai semua persyaratanya. Dan masih menunggu izin dari Pemprov Jawa Timur.

"Ada tiga yang proses di Provinsi, yakni lokasinya di Padangan, Katur Gayam, dan di Gondang," imbuhnya.

Sekadar diketahui, pemenang tender EPC GPF Unitisasi Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB) adalah korsorsium PT Rekayasa Industri (Rekind) dan PT Japan Gas Corporation (JGC). (wan/red).

*) Foto Ilustrasi Dok Suara Bojonegoro

No comments:
Write comments