Minggu, 14 Mei 2017

Dituding Siksa Lumba-lumba, Ini Kata Penyelenggara Sirkus

    Minggu, Mei 14, 2017  

Reporter: Iwan Zuhdi 

suarabojonegoro.com -  Adanya hiburan sirkus satwa lumba-lumba di Jalan Veteran Kota Bojonegoro mendapat kecaman keras dari beberapa pihak, salah satunya dari pecinta satwa Bojonegoro. Seperti aksi turun jalan yang dilakukan di depan Gedung DPRD Kabupaten Bojonegoro, pada hari Jum'at (12/5/17) kemaren.

Puluhan masa aksi yang tergabung dalam Forum Peduli Satwa Bojonegoro (FPSB) itu menuding telah terjadi penyiksaan terhadap lumba-lumba yang notabenya merupakan hewan yang dilindungi.

Namun, pihak penyelengaara hiburan sirkus lumba-lumba dengan tegas membantah atas tudingan-tudingan tersebut.

Koordinator pentas Lumba-lumba, Romy mengatakan, pihaknya sangat menghargai dan menghormati aksi turun jalan yang dilakukan oleh FPSB. Namun, pihaknya menentang apabila ada yang memaksakan pendapat terkait tudingan penyiksaan lumba-lumba tersebut.

"Kami selalu terbuka untuk berdialog yang sehat dan konstruktif untuk menyampaikan argumentasi masing-masing, karena kami punya pendapat yang berbeda yang harus pula dipahami," kata Romy saat ditemui didepan Sekretariat Pentas lumba-lumba.

Penyelenggara yang mempunyai Kantor di Kendal Jawa Tenggah itu, dalam rillisnya, menegaskan, jika kegiatan pentas lumba-lumba yang digelar secara roadshow tersebut, telah didukung legalitas yang sah menurut undang-undang yang dikeluarkan oleh lembaga atau instansi yang berwenang.

Saat ini pihaknya telah mengantongi izin sebagai lembaga konservasi dari Kementrian lingkungan hidup dan kehutanan berlaku hingga 2033. Serta surat perpanjangan izin peragaan satwa liar yang dilindungi dan tidak dilindungi Undang-undang ke berbagai kota dari Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang masih berlaku sampai 15 Februari 2018.

Serta, surat izin keramaian dari kepolisian setempat dan surat izin dan surat keterangan lain yang diperlukan sebagai persyaratan diselenggarakan kegiatan.

"Kami meolak keras tuduhan bahwa kami telah melakukan penyiksaan terhadap satwa, karena kami telah memberi syarat standart yang telah ditetapkan oleh lembaga atau instansi yang berwenang," kata Romy, pria yang memiliki rambut berwarna merah kekuningan itu. (wan/red).

Tidak ada komentar:
Write komentar