Sunday, May 21, 2017

Kakek Ini Nekat Akhiri Hidupnya

    Sunday, May 21, 2017  

Reporter : Nella Rachma

suarabojonegoro.com -  Diduga karena depresi akibat sakit yang tak kujung sembuh, seorang kakek di Tambakrejo, nekat mengakhiri hidupnya sendiri dengan cara gantung diri, pada Sabtu (20/05/2017). Dia ditemukan tewas oleh tetangganya, sekira pukul 07.00 WIB pagi tadi, tergantung di pohon mangga di belakang rumah tetangganya.

Korban bernama Yahno (76) warga Dusun Kedungadem Desa Malingmati RT 015 RW 003 Kecamatan Tambakrejo Kabupaten Bjonegoro.

Adapun kronologi peristiwa tersebut, sebagaimana diterangkan Kapolsek Tambakrejo, AKP Mohtarom SH, bahwa pada Sabtu (20/05/2017) sekira pukul 07.00 WIB, seorang bocah tetangga korban bernama Puguh Setiawan (10),  hendak buang air besar dibelakang rumahnya, melewati samping selatan rumahnya dan saksi melihat korban sudah tergantung di pohon mangga milik keluarganya.

Melihat peristiwa tersebut, Puguh Setiawan (10) segera kembali pulang ke rumah dan memeberitahu saksi Sehminherna (25), keponakan korban dan memberitahukan juga pada Martono (24), serta pada warga sekitar. Selanjutnya warga sekitar segera mendatangi korban guna mengevakuasi korban.

“Kejadian tersebut segera dilaporkan kepada kepala desa setempat lalu di teruskan ke Bhabinkamtibmas dan Piket Jaga Polsek Tambakrejo,” ungkap Kapolsek.

Mendapati laporan tersebut, Kapolsek bersama anggota dan dokter dari Puskesmas Tambakrejo, segera menuju lokasi kejadian, guna melakukan identifikasi dan olah TKP.
Dari hasil identifikasi, diketahui ciri-ciri mayat, panjang mayat 164 centimeter, rambut hitam beruban, kulit sawoh matang dan mengenakan kaos pendek warna putih dan celana pendek warna hitam.

“Korban tampak menderita sakit hernia yang diduga sudah diderita cukup lama,” lanjut Kapolsek.

Sedangkan berdasarkan pemeriksaan medis oleh dr Sari dari Puskesmas Tambakrejo, tidak di ketemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban.

“Korban dinyatakan meninggal akibat gantung diri,” imbuh Kapolsek.

Atas kejadian tersebut, ahli waris korban sudah menerima dengan ikhlas dan menganggap sebagai musibah serta takdir dari Allah SWT. Atas permintaan ahli-warisnya, jenazah korban tidak di otopsi yang dinyatakan dengan membuat surat pernyataan yang diketahui dan disaksikan oleh kepala desa setempat. Selanjutnya jenazah korban diserahkan kepada ahli warisnya untuk dimakamkan. (ney/lis)

Foto: ilustrasi.net

No comments:
Write comments