Tuesday, May 23, 2017

Kehidupan Warga Terancam Akibat Adanya Tambang Galian C Ilegal di Kanor

    Tuesday, May 23, 2017  

Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com-  Kondisi tanggul dan pemukiman warga di Desa Kabalan Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro, akibat adanya tambang pasir ilegal dibantaran sungai begawan Solo,  yang mengalami kerusakan yang cukup parah. Hal itu membuat warga setempat cemas akan longsor yang terjadi dan merusak pemukiman serta kehidupan mereka.

Berdasarkan laporan Masyarakat terkait adanya kegiatan tambang Ilegal galian C di Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro, membuat Petugas Satpol PP Provinsi Jawa Timur beserta Satpol PP Kabupaten Bojonegoro harus mendatangi lokasi dan menindak lanjuti atas laporan tersebut. Senin (22/05/17).

"Ini kita telah melaksanakan Infestivigasi terkait adanya penambangan liar di bantaran sungai Bengawan Solo antara Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Tuban", kata Erwin Indra Wijaya selaku Kepala Bidang Penegak Perundang Undangan.

Dijelaskan oleh Erwin Indra, Maka dari itu guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan maka Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur dalam waktu dekat ini akan mengundang kedua belah pihak untuk menyelesaikan hal tersebut.

"Dalam waktu dekat ini kita akan mengundang kedua belah pihak untuk memebicarakan penambanagan liar ini. Hal ini dimaksutkan agar nantinya tidak timbul hal-hal yang tidak kita inginkan", imbuhnya.

Sementara itu Plt Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bojonegoro, Ahmad Gunawan S. STP kepada media suarabojonegoro.com membenarkan hal tersebut. Dirinya menyatakan bahwa Masyarakat Desa Kabalan telah mengadukan tentang adanya penambangan liar. Dalam hal ini masyarakat merasa terancam kehidupannya, pasalnya kondisi tanggul saat ini berpotensi longsor.

"Masyarakat Desa Kabalan telah mengadukan adanya penambangan liar yang dilakukan oleh penambang Desa Kenogo Sari Kecamatan Soko dan Desa Karang Tinoto Kecamatan Rengel yang kesemuanya dari Kabupaten Tuban", katanya.

Mantan Camat Malo ini menyatakan bahwa selama ini tuntutan masyarakat tidak mendapatkan respon positip dari warga Desa seberang yang melakukan penambangan liar. Karena penambangan liar yang mengancam kehidupan masyarakat Kabalan akhirnya masyarakat dalam hal ini mengadukan kepada pemerintah yang lebih tinggi yakni pemerintah Kabupaten dan Provinsi.

"Ini tadi sudah di cek oleh Satpol PP Provinsi beserta Satpol PP Kabupaten, dan memang telah ditemukan kesimpulan bahwa penambangan tersebut Ilegal. Dan dalam waktu dekat ini akan diadakan pertemuan baik dari Bojonegoro maupun Tuban", ujarnya.

Selanjutnya ia dalam hal ini dirinya berharap agar dalam pertemuan di Provinsi nantinya akan ada penyelesaian yang terbaik

"Semoga ada penyelesaian terbaik, hasilnya nanti setelah pertemuan di Provinsi", pungkasnya. (Bim/red)

No comments:
Write comments