Sunday, May 7, 2017

Ngintir Bareng Mas Arief, Mengenang Kejayaan Bojonegoro melalui Sungai Begawan Solo

    Sunday, May 07, 2017  

Reporter : Sasmito Anggoro 

suarabojonegoro.com -  Seorang Kepala Daerah,  memang harus mengetahui kondisi,  letak dan juga batas daerahnya,  sehingga jika berbicara Bojonegoro bukan hanya sekedar teori semata namun mampu menjelaskan dan mengetahui dengan detail dan jelas titik titiknya, potensi bagi masyarakat  sehingga akan dapat memunculkan ide kreatif yang bermanfaat bagi masyarakat,  hal ini juga dilakukan oleh Arief Januarso,  yang harus mengitari Kabupaten Bojonegoro selama beberapa waktu terakhir ini, dan saat ini dirinya juga harus mengetahui kondisi wilayah Sungai Begawan Solo, Bojonegoro.

Arief Januarso,  atau biasa dipanggil Mas Ayik, Yang juga seorang tokoh muda Bojonegoro dan menjabat sebagai ketua Yayasan Pendidikan Unigoro (Universitas Bojonegoro), untuk mengetahui wilayah Bojonegoro pihaknya melakukan ngintir sungai Begawan Solo Bojonegoro, Minggu (07/5/14).

Kegiatan Ngintir ini dilakukan mas Ayik bersama beberapa petinggi Unigoro dengan menggunakan perahu kayu tradisional,  dari Bendungan Gerak Desa Ngringinrejo, kecamatan Kalitidu, hingga Tambangan Pasar Kota Bojonegoro.

"Ngintir ini memang sengaja saya lakukan untuk mengenang kejayaan Sungai Begawan Solo pada masa lampau dan kejayaan Bojonegoro,  banyak titik titik pinggiran sungai begawan Solo yang menyimpan nilai sejarah tinggi Bojonegoro dan juga budaya," Jelas Arief Januarso.

Pria yang juga dikabarkan akan maju dalam pertarungan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)  Bojonegoro mendatang ini juga menyatakan bahwa Sungai Begawan Solo di Bojonegoro pada masa dulu pernah menjadi sarana transpotasi para pedagang dan juga kegiatan kegiatan transpotasi masyarakat.

Bahkan hingga sekarang juga menjadi sarana transpotasi sebagian masyarakay Bojonegoro dengan menggunakan perahu untuk melakukan penyeberangan.

"Banyak juga potensi yang dihasilkan masyarakat Bojonegoro dari Sungai Begawan Solo ini,  Seperti pasir,  Tanah liat yang bisa digunakan menjadi bata dannjuga hasil ikannya," jelas Mas Ayik.

Ditambah lagi potensi air yang dapat digunakan sebagai sarana pertanjan di Bojonegoro,  karena hampir 60 persen penduduk Bojonegoro menggunakan air sungai begawan Solo untuk kegiatan pertanian.

"Dari kegiatan Ngintir ini kitabtidak hanya ingin mengetahui potensi dan mengenang sejarah saja,  namun yang terpenting adalah,  bagaimana mengelola Sungai Begawan Solo yang merupakan kekayaan alam Bojonegoro ini bisa lebih bermanfaay besar bagi masyarakat Bojonegoro," Jelasnya.

Dari ngintir ini Mas Ayik akan beruoaya bagaimana Sungai Begawan Solo ini dapat menjadi bahan dan lahan sebagai peningkatan kesejahteraan masyarakat Bojonegoro baik dibidang Budaya, Pertanjan,  perairan,  Wisata dan juga bidang bidang lainnya,  dan tentu apa yang seperti diinginkan masyarakat luas.  (ang*)

No comments:
Write comments