Kamis, 18 Mei 2017

Pembayaran Hutang HK Kepada Kontraktor Lokal Masih Proses

    Kamis, Mei 18, 2017  

Reporter: Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com -  Hutang PT Hutama Karya (HK) kepada subkontraktor lokal Bojonegoro dipastikan molor. Meskipun pagi ini, Kamis (18/5/27) telah digelar mediasi, antara 10 kontraktor lokal, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan kontraktor pelaksana Proyek EPC Lapangan Banyuurip Blok Cepu (PT HK), polemik pembayaran hutang tersebut saat ini masih dalam tahapan penyelesaian administrasi.

Kepala Wilayah 4 PT Hutama Karya (PT HK) Y Widi Suharianto usai mediasi di Gedung Aula Parama Satwika komplek Polres Bojonegoro mengaku, terkait dengan molornya kewajiban pembayaran hutang antara HK dengan Kontraktor lokal, ia beralasan jika selama ini HK secara 'cas flow' merasa kesulitan pembayaran, serta sudah banyak pinjaman di Bank yang dilakukan oleh PT HK terkait proyek ini.

"Sekarang kan masih proses administrasi, semakin cepat semakin baik harapanya," katanya saat ditemui di depan Aula Parama Satwika komplek Polres Bojonegoro.

Kabar yang beredar, meski proses pembayaran hutang masih menjadi pembahasan beberapa pihak, dalam bulan Mei ini pembayaran hutang bakal di lakukan sebesar 50 persen. Kemudian, sisanya akan dibayar sebelum hari Raya Idul Fitri tahun 2017.

Widi sapaan akrab pria berkacamata itu menambahkan, proses pembayaran kepada kontraktor lokal ini tergantung pada pemrakarsa proyek, yakni EMCL. "Sehingga kita tetap menunggu pembayaran di owner, EMCL," tegasnya.

Data yang dihimpun menyebutkan, ada 9 subkon HK yang belum dibayar, antara lain PT Jawa Express indogas sebesar Rp 1.432. 821.844 miliyar yang terbagi dalam 21 item penkerjaan. CV Jawa Espress Rp. 86.285.186, dari CV Mitra Kinasih sebesar Rp 360 juta, dari CV Candra Kharisma, yang bergerak dibidang penyedia catering, total tagihan kepada PT. HK terhitung Bulan juli 2015 sebesar Rp 137 juta, dari CV Prima Abadi yang bergerak di bidang pengerjaan rental kendaraan dan tangki berkapasitas 5 ribu liter, total tagihan sebesar Rp 419 juta dan dari CV. Yogi Putra, untuk periode 16 Agustus 2015 sampai 27 Juli 2016, memiliki tagihan sebesar Rp. 329,8 juta.

Kemudian, untuk CV Jati Mas memiliki sisa tagihan sebesar Rp 51,2 juta, dari CV Sinergi Bangun Sarana tagihan sebesar Rp 168,8 juta, dari CV. Maharani total tagihan sebesar Rp 238,8 juta serta Sugianto selaku perorangan yang menyewakan tenda dan kendaraan memiliki tagihan sebesar Rp 60,5 juta
Total Rp. 3. 284. 354.778. (wan/red).

Tidak ada komentar:
Write komentar