Tuesday, May 9, 2017

PEPC Gelar Penutupan Program Pelatihan dan Sertifikasi Keterampilan Industri Migas

    Tuesday, May 09, 2017  

Reporter: Iwan Zuhdi 

suarabojonegoro.com -  Para pemuda dari desa sekitar operasi J-TB yang mendapatkan pelatihan dan sertifikasi Keterampilan Industri Migas dari Pusdiklat Migas Cepu, hari ini Selasa (9/5/17) di lakukan seremonial penutupan Program pelatihan dan sertifikasi keterampilan industri Migas di gedung GDK Bojonegoro.

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Disperinaker Kabupaten Bojonegoro, Agus Supriyanto, dan perwakilan dari SKK Migas Jabanusa Singgih, Camat Ngasem, Purwosari, Tambakrejo beserta Pemdes dari desa, Bandungrejo, Pelem, Kaliombo dan Dolokgede.

Program yang telah dilaksanakan sejak 27 Februari sampai dengan 12 April 2017 di Balai Latihan Kerja Bojonegoro ini diprakarsai oleh PEPC dan bekerjasama dengan UPTPK/BLK Bojonegoro bersama Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan Bojonegoro (Disprinaker). Kemudian uji sertifikasi dilaksanakan di Pusdiklat Migas Cepu pada 27 - 28 April 2017.

Sejumlah 20 pemuda dari desa sekitar area proyek JTB yang mengikuti pelatihan dan sertifikasi keterampilan industri Migas ini juga mendapatkan paket bantuan  alat las listrik dari PEPC.

Manager PGA dari PEPC Kunadi menyampaikan, pihaknya merasa senang, PEPC dapat berkontribusi dalam peningkatan kapasitas para pemuda di sekitar area proyek JTB. "Semoga pelatihan dan keterampilan yang telah diperoleh dapat menjadi bekal para pemuda untuk mengikuti kompetisi dalam dunia kerja secara lebih luas," pesanya.

Pada kesempatan yang sama perwakilan SKK Migas Jabanusa, Singgih menegaskan bahwa pelatihan ini bukan merupakan dalam rangka rekrutmen tenaga kerja KKKS di area Blok Cepu yang salah satunya adalah PEPC sebagai operator proyek JTB.

Paparan pengetahuan seputar peran dan kontribusi perusahaan industri hulu migas yang ada di Bojonegoro disampaikan oleh Kadisprinaker Bojonegoro sebagai arahan dan pembekalan kepada 20 peserta pelatihan ini.

Kadisprinaker memotivasi kepada para pemuda dari sekitar area proyek JTB agar tidak menggantungkan sepenuhnya pada peluang kerja di area proyek JTB yang tentunya sangat terbatas dan hanya berlangsung dalam periode waktu tertentu, tetapi harus mampu bersaing di dunia kerja secara global.

"Disprinaker mengapresiasi PEPC dan SKK Migas yang telah mebantu meningkatkan kapasitas para pemuda di Bojonegoro melalui pelatihan," katanya.

Acara tersebut ditutup secara simbolik oleh Kadisperinaker Bojonegoro dengan penyerahan sertifikat dan alat las listrik kepada peserta pelatihan. (wan/lis).

No comments:
Write comments