Saturday, May 27, 2017

Peringatan ke 2 Dilayangkan, Pemilik Toko Modern di Cendono Membandel

    Saturday, May 27, 2017  

Reporter: Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com -  Setelah surat peringatan (SP) pertama tidak diindahkan oleh pemilik toko modern di Cendono, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bojonegoro kembali mengirim surat peringatan untuk kedua kalinya.

Pasalnya, toko tersebut beroperasi tidak seperti peruntukan awalnya. Pemilik toko hanya mengurus ijin gangguan (HO) dan ijin mendirikan bangunan (IMB) untuk toko biasa. Namun saat ini berubah menjadi toko modern (berjejaring/waralaba).

Selain itu, jarak toko tersebut sangat berdekatan dengan pasar tradisional yang juga berada di desa setempat. Ditambahkan lagi, kuota pendirian toko modern di wilayah Padangan sudah tidak ada.

Sempat dikonfirmasi, pemilik toko enggan menjawab pesan yang disampaikan oleh Reporter suarabojonegoro.com. Seolah-olah pemilik menghindar. Padahal, hal tersebut sudah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Bojonegoro.

Sebelumnya, dalam surat peringatan pertama yang disampaikan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bojonegoro menyebutkan, pemilik toko telah melanggar peraturan daerah (Perda) Bojonegoro nomor 4 tahun 2015 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Pasar Tradisional, Penataan Pusat perbelanjaan dan Toko Modern, serta Peraturan Bupati (Perbup) nomor 20 tahun 2013 tentang perlindungan, pengelolaan dan pemberdayaan pasae tradisional dan Penataan Pusat perbelanjaan dan Toko Modern di Bojonegoro

Kepala Desa Cendono, Purno Sulistiyo mengatakan, pihak Pemdes juga telah menerima salinan SP 2 tersebut. Namun, dari pantauan pemdes, hingga saat ini belum ada tindakan dari pemilik toko. "Kemaren suratnya kami terima. Tapi hingga saat ini belum ada tindakan dari pemilik toko," katanya kepada suarabojonegoro.com. Sabtu (27/5/17).

SP 2 yang langsung ditunjukan kepada Nurjanah Setianingrum pemilik CV Swica Jaya (pemilik toko modern) tersebut menyatakan, jika SP 2 ini tidak ditindaklanjuti sampai dengan tanggal 29 Mei, maka Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bojonegoro bakal meninjau kembali ijin pendirian toko tersebut. Karena dinilai ijin HO dan IMB toko tersebut sudah tidak sesuai peruntukkanya. (wan/red).

No comments:
Write comments