Tuesday, May 16, 2017

Polemik Akes Rajekwesi, Adu Mulut, Pingsan, Hingga Kesurupan

    Tuesday, May 16, 2017  

Reporter: Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com -  Rencana pertemuan antara pihak Pengurus Kampus Akes Rajekwesi Bojonegoro dengan Alumni dan Wali murid di lantai II Kantor Koperasi Kepegawaian RI Kabupaten Bojonegoro di jalan Panglima Polim akhirnya gagal. Alumni dan perwakilan wali murid mengajak pihak kampus untuk berdiskusi di kampus, namun pihak kampus sempat menolak.

Acara dengar pendapat tersebut digelar untuk mencari solusi bersama terkait dengan adanya kabar konflik dualisme kepengurusan yayasan, sehingga berdampak kepada para Alumni dan Wali murid.

Pagi itu juga, Selasa (16/5/17) nampak puluhan Anggota Kepolisian dari Polres Bojonegoro sudah memasang badan disekitar area kampus Akes Rajekwesi Bojonegoro, turut Desa Ngumpakdalem. Pihak keamanan disiagaan, sebab beredar kabar akan ada demo besar-besaran terkait polemik kampus.

Namun, hingga menjelang siang, sekitar pukul 11.00 WIB, belum terlihat adanya aksi massa disekitar kampus. Akan tetapi malah berganti lokasi yakni di Kantor Koperasi Kepegawaian RI Kabupaten Bojonegoro di jalan Panglima Polim.

Nampak hadir dalam acara tersebut puluhan Alumni dan perwakilan wali murid, juga para pengurus yayasan dan pengurus Kampus Akes Rajekwesi.

Dalam pertemuan tersebut Alumni dan perwakilan wali murid menginginkan pertemuan digelar di kampus, sebab permasalahan yang akan dibahas adalah masalah kampus.

"Kenapa disini, kenapa gak kampus saja," teriak kencang salah satu Alumni dengan muka marah.

Suasana semakin memanas. Berbagai protes disampaikan diruangan yang terasa menggema itu. Teriakan demi teriakan semakin berdenggung. Para wali murid pun tak bisa membendung emosi.

"Saya menolak kalau di Kampus. Saya sudah tau kalian punya skenario ya kan. Kalian akan demo," cetus salah satu Dosen berhijab dengan muka mau menangis.

Semakin riuh siang itu. Para Alumni menangis hingga histeris. Sampai-sampai Estina salah satu Alumni asal Kanor mengalami pingsan hingga kemudian seperti kesurupan.

Meski sempat adu mulut hingga menyulut emosi, pihak kampus akhirnya bersedia acara dengar pendapat di digelar di Kampus.

"Ya udah kita pertemuanya di kampus," kata pria berbatik memakai pengeras suara yang saat itu mencoba menenangkan keributan.

Satu persatu para Alumni dan wali murid keluar dari ruangan. Namun, Estina masih tergeletak lemas, dan sesekali berteriak-teriak dan senyum-senyum sendiri seperti orang kesurupan.

Dipegangi sekitar 6 orang, Estina terlihat sangat kuat menggenggam tangan temanya. Sesekali bergerak spontan dan berteriak keras. Hampir kuwalahan. Aparat dari Polres Bojonegoro ikut membantu menenangkanya. Hingga kemudian, teman Estina memanggil para normal, sehingga Estina sadar. (wan/red).

No comments:
Write comments