Selasa, 16 Mei 2017

Polemik Toko Modern di Cendono, Surat Pemberitahuan Dinilai Kurang Tegas

    Selasa, Mei 16, 2017  

Reporter: Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com -  Polemik pendirian toko modern di wilayah Desa Cendono Kecamatan Padangan akhirnya ditanggapi oleh Instansi terkait. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bojonegoro telah melayangkan surat pemberitahuan kepada pemilik usaha toko modern, Nurjanah Setianingrum yakni pemilik CV Swica Jaya.

Surat tersebut dikeluarkan atas adanya pemberitaan di media dan juga atas surat aduan dari warga sekitar kepada Bupati Bojonegoro, Suyoto perihal pendirian toko yang menyalahi peraturan daerah (Perda) Bojonegoro nomor 4 tahun 2015 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Pasar Tradisional, Penataan Pusat perbelanjaan dan Toko Modern, serta Peraturan Bupati (Perbup) nomor 20 tahun 2013 tentang perlindungan, pengelolaan dan pemberdayaan pasae tradisional dan Penataan Pusat perbelanjaan dan Toko Modern di Bojonegoro.

"Perijinan sudah merespon. Surat saya terima tadi pagi. Respon surat tertuju ke pihak pengusaha agar mengindahkan pemberitahuan dari Dinas perijinan. Pihak perijinan menyatakan bahwa setelah dilihat ternyata tokonya termasuk toko modern," kata Kepala Desa Cendono Kecamatan Padangan, Purno Sulistiyo kepada suarabojonegoro.com. Senin (15/5/17).

Dari kajian dan temuan tim Perijinan Bojonegoro di lapangan, menyebutkan bahwa toko yang didirikan bukan toko biasa namun sudah merupakan toko modern. Padahal, kuota toko modern di daerah tersebut sudah tidak ada.

Beberapa poin yang menjadikan toko modern tersebut melanggar aturan, seperti adanya temuan bentuk bangunan dan pengecatan warna toko, tempat kasir dan seragam karyawan, bentuk dan pengecatan papan nama, papan promosi yang terpasang didalam toko, ditemukan salah satu barang yang dijual berlogo toko modern, dan didalam toko disediakan toilet.

Berdasarkan temuan tersebut, Pihak Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bojonegoro menyimpulkan bahwa telah terjadi penyalahgunaan ijin yang dipergunakan tidak sesuai peruntukanya.

Namun, pihak pemerintah desa masih sedikit meragukan isi dari surat yang bernomor 503/151/412-216/2017 tersebut. Dinilai, poin pada surat pemberitahuan tersebut masih membutuhkan ketegasan.

"Agak tidak tegas. Padahal menurut perda dann perbub sangat jelas beda toko biasa dengan toko modern, jadi tidak pengecatan dan seragamnya," cetus Sulis sapaan Kepala Desa Cendono.

Disinggung adanya dugaan permainan dari pihak terkait, pihaknya tidak mempermasalahkan. Pemdes bersama warga setempat akan mempelajari terkait perbedaan toko modern dan tradisional berdasarkan aturan.

"Ada kabar seperti itu. Tapi kita cari aturanya yang membedakan antara toko modern dan toko biasa. Kalau tidak sesuai aturan ya disampaikan lagi," pungkasnya.

Terpisah, Plt Kasatpol PP Bojonegoro Gunawan juga telah menerima kabar terkait pemberian surat peringatan pertama kepada pemilik toko modern di Cendono itu. Sebagai lembaga penegak Perda, pihaknya masih menunggu dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu setempat.

"Kalau setelah peringatan yang sifatnya final nanti dikeluarkan oleh perijinan dan tidak diindahkan maka nanti kita tindak," katanya. (wan/red).

Tidak ada komentar:
Write komentar