Monday, May 8, 2017

Prihatin Sedikitnya Pemimpin Perempuan, KOPRI Gelar Audiensi dan Sinau Bareng

    Monday, May 08, 2017  

Reporter: Iwan Zuhdi 

suarabojonegoro.com -  Membekali kader dengan kemampuan memimpin yang memiliki kemampuan public speaking dan mempunyai inner beauty tidaklah mudah. Korp Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Cabang Bojonegoro mengadakan audiensi sekaligus sinau bareng dengan tokoh masyarakat dan pemimpin perempuan di Bojonegoro.

Senin (08/05) pagi, sekira pukul 10.00 WIB, puluhan aktivis Korp PMII Putri berkumpul di Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Bojonegoro. Puluhan aktivis tersebut meminta audiensi kepada Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro, Hj. Mitroatin, S.Pd. Selain Ketua DPRD Mitroatin, KOPRI juga mengundang Ketua Muslimat NU Cabang Bojonegoro, Hj. Ririn Muktamiroh, S.Pd.I, MM untuk berdiskusi tentang kapasitas kepribadian menjadi pemimpin.

Ketua Korp PMII Putri Cabang Bojonegoro, Linda Estri, mengatakan bahwa kegiatan audiensi tersebut merupakan inisiatif yang datang dari pemikiran para aktivis KOPRI. Melihat masih begitu rendahnya angka kepemimpinan perempuan, khususnya di Bojonegoro, KOPRI menganggap penting adanya sinergitas antara para tokoh perempuan yang saat ini berada di wilayah publik dengan para generasi perempuan.

"Audiensi ini, untuk membedah faktor penyebab kepemimpinan perempuan masih rendah. Hasil diskusi, ternyata sumber daya manusia dalam hal ini menjadi faktor utamanya," ungkap Linda Estri, Senin (08/05/17).

Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro, Mitroatin, kepada para peserta audiensi menyampaikan bahwa menjadi pemimpin ini bukan sesuatu yang mudah, lebih-lebih bagi perempuan. Banyak hal yang musti disiapkan sejak jauh-jauh waktu.

"Rendahnya kepemimpinan perempuan ini menjadi persoalan kita, oleh karena itu kita bisa bersinergi untuk mulai membangun SDM perempuan," ujar Mitroatin.

Menurutnya, setiap orang terlahir unik dan siap menjadi pemimpin. Dan pemimpin tentu memiliki banyak tugas. Diantaranya mulai dari merencanakan, mengorganisasikan, menggerakkan, mengawasi dan memutuskan sehingga tercapai tujuan organisasi dengan baik.

"Setiap dari kamu adalah pemimpin. Oleh karenanya siapkan diri dari sekarang," tuturnya.

Senada, Ketua Muslimat NU Bojonegoro, Ririn Muktamiroh, juga menyampaikan kepeduliannya tentang masih sedikitnya perempuan yang menjadi pemimpin. Menurutnya kondisi tersebut bukan karena perempuan tidak mampu, akan tetapi karena beberapa hal mendudukkan perempuan pada posisi tidak menguntungkan.

"SDM perempuan rendah karena masih banyak yang tidak bisa mengelola diri. Memanajemen kepribadian yang menarik dan karismatik sehingga perempuan pemimpin banyak yang belum capable (mampu)," ungkap Ririn Muktamiroh.

Ia menegaskan bahwa, setiap orang adalah khalifah (pemimpin) sehingga setiap orang harus bersiap untuk itu. Dengan kecantikan kepribadian dari dalam yang mantap akan membuat warna karakter kepemimpinan dicintai oleh banyak orang.

"Pemimpin yang baik itu bukan yang cuma bisa ngomong. Tetapi bisa ngemong. Sehingga pemimpin dituntut harus selalu pinter, kober dan bener," pesannya.

Acara audiensi tersebut berlangsung gayeng dengan diskusi dan tanya jawab dari peserta dan para tokoh pembicara. Hingga kemudian dilanjutkan dengan pembekalan Training of Trainer (TFT) berupa Public Speaking dengan instruktur Anis Umi Khoirunnisa, M.Pd, Dosen sekaligus peneliti muda asal kampus IKIP PGRI Bojonegoro. (wan/lis)

No comments:
Write comments