Monday, May 8, 2017

Reklamasi Lokasi Bekas Galian C di Bojonegoro Merupakan Kewajiban Pemilik Tambang

    Monday, May 08, 2017  

Reporter: Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com -  Bekas lokasi galian tambang jenis c di Bojonegoro sampai saat ini belum dilakukan pengembalian lahan (Reklamasi) oleh pemiliknya. Pasalnya, kegiatan reklamasi merupakan kewajiban pemilik usaha tambang. Hal tersebut seperti poin yang tertuang dalam SK Bupati Bojonegoro terkait dengan izin pertambangan rakyat (IPR) di Bojonegoro.

Dari data yang dihimpun suarabojonegoro.com di kantor Bagian Sumber Daya Alam (Bagian SDA) Pemkab Bojonegoro menyebutkan, ada 13 lokasi bekas galian tambang jenis c yang sebelumnya sudah mengantongi izin pertambangan rakyat (IPR) yang dikeluarkan oleh Dinas Perijinan Kabupaten Bojonegoro.

Dedy Kurniawan selaku Kasubag sumberdaya alam Bagian SDA Pemkab Bojonegoro saat ditemui diruanganya mengatakan, kegiatan reklamasi eks lokasi tambang jenis c (IPR) merupakan kewajiban dari pemilik usaha.

"Seperti di Malo itu sebetulnya belum selesai masa berlaku izinya. Akan tetapi dikarenakan ada yang melanggar, seperti memakai alat mekanik atau alat berat. Kan tidak boleh itu, harus manual," katanya menerangkan.

Pihaknya juga mengatakan, ada beberapa kewajiban yang harus dilakukan oleh pemilik tambang, salah satunya adalah melakukan reklamasi.

Sebelumnya, pihaknya juga telah melakukan sosialisasi kepada pemilik usaha tambang terkait dengan reklamasi tersebut. Namun, dari pengakuan para pemilik tambang, kegiatan reklamasi telah disanggupi oleh pembeli (yang saat itu adalah Hutama Karya/HK, salah satu kontraktor proyek di Lapangan Banyuurip Blok Cepu).

"Sebenarnya ya melanggar aturan. Nanti di internal SDA akan melakukan kajian reklamasi yang nantinya akan menggandeng pihak konsultan yang ahli dibidangnya. Hasilnya untuk kegiatan reklamasi di Bojonegoro nantinya," paparnya.

Ketiga belas pemilik lahan tersebut antara lain, Randi (pasir dan tanah urug) lokasi tambang di Desa Tebon, Wahyu Isnin Yunarto (tanah urug) di Desa Kalirejo Kecamatan Malo, Solikin (tanah urug) Desa Katileng Kecamatan Malo, Hermfry (pasir) di Desa Tebon Kecamatan Padangan, Siyo Susiyono (pasir) di Desa Tebon Kecamatan Padangan, Abdul Rochim (pasir) di Desa Tebon Kecamatan Padangan, Choirul Anas (pasir) di Desa Tebon Kecamatan Padangan.

Selanjutnya, Edo Suwito (tanah urug) di Desa Ketileng Malo, Widiarto (tanah urug) di Desa Malo Kecamatan Malo, Carinanik (tanah urug) di Desa Malo Kecamatan Malo, Munarto (tanah urug) di Desa Donan Kecamatan Purwosari, Maryono (pasir) di Desa Sambeng Kecamatan Kasiman, dan Mursid (tanah urug) di Desa Donan Kecamatan Purwosari. (wan/red).


*)Foto Ilustrasi Do.  SuaraBojonegoro.com

No comments:
Write comments